logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 NASIONAL
Line

107 Rumah Rusak Disapu Angin Liyung


TERTIMPA KELAPA: Rumah warga Dusun Lirap, Desa Banjarwinangun, Petanahan, Kebumen, rusak parah akibat tertimpa pohon kelapa yang roboh tersapu angin liyung, Selasa (17/1).(57t) - SM/Komper Wardopo

KEBUMEN - Hujan disertai angin liyung Selasa sekitar pukul 14.00 merusak kurang lebih 107 rumah warga Desa Banjarwinangun dan Desa Kritig, Kecamatan Petanahan, Kebumen.

Dari jumlah rusak itu, 74 di antaranya di Desa Banjarwinangun, sedangkan 33 rumah lainnya di Desa Kritig. Bahkan, enam rumah di Banjarwinangun roboh, dua karena tertimpa pohon dan empat atap hancur. Sebagian besar rumah warga lainnya yang beratap seng tersapu angin. Bahkan, pohon-pohon besar bertumbangan menimpa rumah dan menutup jalan desa.

Warga yang dilanda kepanikan berlarian menyelamatkan diri ke luar rumah. Menurut warga, angin lisus yang berembus kencang dari arah barat daya itu tampak memutar hitam di awan serta membawa suara gemuruh.

''Suaranipun kados montor mabur. Kula lan anak sami medal griya lan takbir,''ujar Ny Baenah (45) yang masih ketakukan setelah atap rumahnya juga tersapu angin.

Dari pengamatan di lokasi, pohon-pohon tumbang ke arah timur. Hingga petang kemarin, pendataan secara lengkap rumah penduduk yang rusak berat dan ringan masih dilakukan pamong desa bersama PMI Cabang Kebumen.

Hartoyo, warga RT 22 RW I, Desa Banjarwinangun, menyatakan, siang itu sebagian warga beristirahat, sebagian lagi baru menunaikan shalat zuhur. Tiba-tiba angin berembus kencang kurang lebih lima menit saat hujan. Akibatnya, banyak pohon di pekarangan yang roboh, atap-atap rumah dari genteng dan seng beterbangan.

Bahkan rumah Tohawi hancur di bagian belakang setelah dua pohon kelapa ambruk menimpanya. Sebuah mesin penggilingan padi di belakang rumahnya juga rusak tertimpa pepohonan.

Di Dusun Lirap kebetulan sedang ada hajatan di kediaman KH Mansur Durmuji, pengasuh Pondok Lirap. Meja kursi beserta tratak hajatan pun berantakan akibat angin liyung tersebut.

Tak jauh dari desa itu, yaitu di Desa Kritig, atap Pondok Darussa'adah juga rusak. Demikian pula atap rumah Imam Sibaweh, anggota DPRD Kebumen, rusak disapu angin. Namun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.

Wakil Bupati KH M Nasiruddin AM sore kemarin segera menuju lokasi. Pihaknya meminta dilakukan penebangan pohon-pohon yang menimpa rumah atau menutup jalan dengan gergaji mesin.

Wakil Bupati juga memerintahkan camat dan kades untuk mendata semua rumah yang rusak. Dia meminta Dinas Kimprasda segera mengirim gergaji mesin ke lokasi musibah untuk membantu warga.

Sebagian warga sore itu langsung memperbaiki rumah dan atap mereka yang rusak. Sebagian masih membiarkannya, karena kerusakan cukup banyak dan menunggu bantuan warga untuk kerja bakti esok hari. Pada umumnya kerusakan rumah pada atap akibat seng atau genteng berjatuhan. Sebagian lagi akibat atap rumah tertimpa pohon besar yang tumbang.

Camat Petanahan Eko Widianto didampingi Kades Banjarwinangun Maryono mengaku masih terus mendata jumlah rumah yang rusak dan tingkat kerusakan.

Sementara itu, hujan lebat disertai angin sejak pukul 13.00 menyebabkan pepohonan di beberapa tempat juga tumbang. Bahkan, listrik PLN Kebumen padam sejak pukul 13.30 dan baru menyala sekitar pukul 18.00.

Menurut Kepala PLN Unit Jaringan Pelanggan Kebumen Agus Haryanto, listrik padam itu akibat ada kawat yang terputus dan isolator yang pecah di dekat gardu induk Ambal. Perbaikan sore itu terus dilakukan dengan mengerahkan petugas lapangan hingga petang kemarin.(B3-41t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA