| Rabu, 18 Januari 2006 | NASIONAL |
Lebih Berat PSIM daripada Persib
SEMARANG- Bermain tanpa gol melawan Persijap tentu melecut semangat PSIM untuk tidak menuai hasil yang sama saat menghadapi PSIS ini di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, sore ini. Apalagi aroma ''dendam'' bakal menyeruak ke permukaan mengingat beberapa personel PSIM adalah bekas pemain PSIS. Mereka pindah, karena tak lagi dipakai manajemen tim Mahesa Jenar. Kondisi tersebut dipahami betul oleh anak-anak asuhan Sutan Harhara. Mereka sadar bukan tidak mungkin laga keduanya di arena Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2006 ini akan terasa lebih berat dan menguras tenaga. Meski demikian, tekad mencuri poin tetap diusung Maman Abdurahman dan kawan-kawan. Kemenangan 2-1 atas Persib Bandung membuat mereka lebih percaya diri dan siap menebar ancaman kepada anak-anak asuhan Edy Paryono. ''Mental teman-teman saat ini sangat bagus. Mereka siap mencuri poin lagi. Meski demikian, kami tidak mau lengah. Motivasi pemain lawan akan lebih tinggi untuk memenangi pertandingan,'' terang kapten tim Maman Abdurahman. Pemain PSIM yang pernah membela Mahesa Jenar adalah Esaiah Pello Benson, M Irfan, dan Arilson de Oliveira. Mereka diakui telah mengenal karakter permainan tamunya sehingga bakal menjadi senjata berbahaya. Kekuatan Selain itu, arsitek mereka, Edy Paryono, juga tidak asing dengan tim kebanggaan warga Kota Semarang. Pelatih yang akrab disapa EP itu juga pernah menangani pasukan Mahesa Jenar. Bahkan pada Kompetisi Liga Indonesia V, dia membawa PSIS ke tangga juara. "Beberapa pemain dan pelatih PSIM memang sudah tahu kekuatan kami. Tapi, itu dulu. Karakter permainan kami di musim ini berbeda setelah ditangani Pak Sutan. Kami lebih siap," tegas striker Indriyanto Nugroho. "Mereka pasti sudah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk menang. Kami tidak akan takut. Dengan percaya diri, kerja keras dan disiplin tinggi, kami yakin bisa kembali mencuri poin," imbuh Harri Salisburi. Kekuatan Laskar Mataram sendiri belum banyak diketahui timnya. Namun, melihat materi pemainnya, Esaiah Pello Benson dianggap sebagai salah satu pemain yang patut diwaspadai. Menurut Maman, pemain asal Liberia itu punya skill individu yang bagus, mobilitas tinggi dan tendangan keras nan akurat. Aksi-aksinya pada pertandingan nanti perlu dikawal ketat dan dibatasi. Hal itu dilakukan agar suplai bola ke lini depan bisa diminimalkan. "Kami masih buta dengan kekuatan PSIM. Namun, mereka tim yang bagus. Buktinya, bisa juara Divisi I," ujar Maman. "Benson pemain bagus. Semusim bersama dia membuat kami tahu karakter permainannya. Saya siap mengawal pergerakannya," tambah gelandang bertahan Modestus Setiawan. PSIS bakal tidak diperkuat dua pilarnya, Greg Nwokolo dan M Ridwan. Greg absen karena Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas)-nya belum keluar. Sedangkan M Ridwan terkena kartu merah ketika lawan Persib. Meski demikian, hal itu tidak akan mengurangi kekuatan tim. Sutan Harhara sudah menyiapkan pemain pengganti yang tidak kalah kualitasnya. "Pada setiap pertandingan kami harus selalu optimistis. Begitu pula saat lawan PSIM. Kami akan berusaha mencuri poin," tandas Modestus. (H13-22) |