| Rabu, 18 Januari 2006 | NASIONAL |
Jembatan Jamarat Diperluas Jadi Lima Lantai
MAKKAH- Tragedi Mina yang berkali-kali terjadi di tempat jamarat, membuat Pemerintah Arab Saudi melakukan proyek perluasan dan pengembangan lokasi jamarat. Pada musim haji tahun 2006 ini, 362 orang meninggal akibat berdesak-desakan dan terinjak-injak di jembatan jamarat saat ritual melontar jumrah, salah satu rangkaian ibadah haji. Pengerjaan proyek itu sudah diawali Sabtu lalu (14/1) dengan meruntuhkan jembatan menuju lokasi jamarat yang kerap menimbulkan musibah bagi jamaah haji. "Tahap pertama perbaikan besar-besaran lokasi jamarat dimulai pada hari Sabtu dan akan selesai serta siap digunakan pada musim haji tahun depan," kata Usamah Al-Bar yang mengepalai pusat bantuan bagi jamaah haji Pemerintah Arab Saudi. Wartawan Suara Merdeka H Muhamad Ali dari Makkah semalam (17/1) melaporkan, ratusan pekerja dan alat berat dikerahkan untuk menghancurkan jembatan jamarat sebagai persiapan pembangunan jembatan baru berlantai lima untuk menambah kapasitas dan mencegah kepadatan jamaah saat melontar jumrah. Selama ini melontar jumrah bisa dilakukan di bawah dan di lantai atas atau jembatan. Setidak-tidaknya sekitar 50 persen lebih bangunan jembatan sudah dihancurkan. Tangga sisi kanan-kiri jembatan untuk naik tampak sudah hancur, tinggal bagian tengah jembatan yang masih berdiri. Tugu jumrah Ula sudah berdiri tegak, tidak ada lagi bagian jembatan di sekelilingnya. Hanya tugu jumrah Wustha dan jumrah Aqabah yang tampak masih diapit jembatan jamarat. Diperkirakan dalam waktu satu dua hari ini seluruh jembatan jamarat sudah dapat diruntuhkan. Bahkan, persiapan untuk pembuatan fondasi jamarat yang baru telah dilakukan dengan membuat lubang-lubang besar untuk tiang pancang jembatan. Jembatan jamarat akan diganti dengan sistem pintu masuk dan keluar, termasuk pembangunan terowongan-terowongan di bawah tanah. Perluasan dan pembaruan lokasi jamarat ini menelan biaya sekitar 1,12 miliar dolar AS. Pembangunan ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap dan akan diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun. Untuk tahap pertama akan diselesaikan jembatan dua tingkat dan pintu-pintu darurat bagi jamaah dan mobil-mobil ambulans. Al-Bar mengatakan, pembaruan jembatan jamarat yang sudah berumur 32 tahun ini diharapkan bisa lebih baik dalam menampung jamaah yang pada tahun ini saja mencapai kurang lebih 3 juta orang. Jembatan jamarat luasnya akan ditambah sekitar 20 meter dan diperkirakan bisa menampung sekitar 250.000 haji tiap jamnya. "Jembatan jamarat yang baru akan dilengkapi dengan sebuah sistem pembuangan yang secara otomatis bisa memindahkan batu-batu bekas lemparan yang terkumpul di sekitar lokasi pilar lempar jumrah, sistem kebersihan otomatis dan sistem situasi darurat yang lebih baik," kata Al-Bar. Untuk menghindari penumpukan jamaah, akan dibangun enam terowongan bawah tanah di sebelah utara lokasi jembatan jamarat. Di samping itu, akan dibangun jalur-jalur keluar darurat dan jalur bagi para pejalan kaki, termasuk landasan pesawat. Deputi Kementerian Pekerjaan Umum Kerajaan Arab Saudi Dr Habib Zainul Abidin seperti dikutip harian An Nadwah mengatakan, pembangunan proyek tersebut sebagai lompatan peradaban dan arsitektur serta akan memberikan perlindungan kepada tamu Allah pada saat menuju lokasi melontar jumrah. "Proyek ini untuk memberikan pelayanan kepada tamu-tamu Allah, dalam hal kenyamanan, keselamatan, dan ketenangan," katanya. (46t) | ||||