| Rabu, 18 Januari 2006 | MURIA |
Jembatan Karangturi Mendesak Dibangun UlangKUDUS - Jembatan Karangturi yang berlokasi di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus membentang di atas Sungai Serang, Welahan Drain (SWD) 1, kini kondisinya sudah memprihatinkan. Jembatan itu merupakan satu-satunya penghubung ke luar daerah tersebut. Jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 2,5 meter itu beberapa bagiannya sudah miring. Bahkan dua dari tiga tiang penyangganya yang terbuat dari kayu sudah keropos akibat terlalu lama terendam air. Kades Setrokalangan Ramijan kepada Suara Merdeka menuturkan, jembatan tersebut merupakan objek vital bagi penduduk Dukuh Karangturi. Pasalnya, jika terjadi kerusakan sarana publik tersebut, dipastikan puluhan keluarga yang ada di sekitarnya akan terisolasi. "Akses ke luar dari Karangturi hanya melalui jembatan tersebut," katanya. Ia juga mengatakan, sejak dibangun pada 1983, praktis tak ada perbaikan yang berarti kecuali penambalan aspal di atasnya. Dengan kondisi seperti sekarang, tonase kendaraan yang dapat melintas di atasnya maksimal hanya lima ton. Pembangunan ulang jembatan tersebut, katanya, selain akan memperlancar mobilitas warga setempat, juga diharapkan akan memacu perekonomian yang ada di wilayah itu. Meski tergolong daerah rawan banjir, kenyataannya wilayah itu memiliki potensi usaha peternakan, yakni kerbau. "Kami memang telah mengajukan proposal kepada Pemkab untuk membangun ulang jembatan tersebut," tandasnya. Satu hal lagi, tegasnya, pada musim hujan seperti sekarang yang diikuti peningkatan debit air di sungai SWD 1, dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan pada jembatan itu. Ketinggian jembatan itu diharapkan juga bisa ditambah agar sampah tak mudah menumpuk di bawahnya. Untuk itu, pihaknya meminta perhatian serius Pemkab untuk mereralisasi pembangungan jembatan tersebut. "Kami memperkirakan, pembangunan ulang jembatan tersebut akan menelan dana Rp 200 juta," paparnya. (H8-15n) |