logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 MURIA
Line

Volume Air Bendung Bapangan Meningkat

  • Banjir Bisa Kembali Landa Kota

JEPARA - Curah hujan yang makin tinggi beberapa hari terakhir ini mengakibatkan volume air di sejumlah sungai besar di Jepara meningkat. Pantauan Suara Merdeka pada Senin (16/1) dan Selasa (17/1) pada dua sungai rawan banjir, yaitu Kali Wiso dan SWD II, menunjukkan tanda-tanda rawan banjir.

Pada Senin awal pekan ini, volume air SWD II meningkat dari biasanya. Hal itu tampak di Bendung Karet, Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan. Aliran air dari hilir memenuhi sungai dengan lebar lebih dari 100 meter itu. Sepanjang bantaran sungai tersebut adalah areal persawahan dan permukiman rawan banjir mulai dari Kecamatan Mayong, Welahan, Kalinyamatan, Pecangaan hingga Kedung. Hampir tiap tahun, beberapa titik di kawasan tersebut terjadi banjir.

Sementara itu, peningkatan volume air juga terjadi di Kali Wiso. Setidaknya hal tersebut terjadi dalam tiga hari terakhir di Bendung Bapangan, Kelurahan Bapangan. Bendung itu menjadi pintu utama pembagi dua aliran air, yaitu ke Kali Wiso yang melintas di kawasan kota dekat alun-alun dan berhulu di Desa Ujungbatu dan ke Kali Kanal yang memotong Jalan Pemuda sebelah gedung DPRD yang berhulu di Kelurahan Demaan.

Ahmad Zamzuri, salah seorang penjaga Bendung Bapangan mengungkapkan, tanda-tanda peningkatan volume air sangat jelas terpantau sejak Minggu (15/1). Untuk sementara, Kali Wiso masih bisa menampung derasnya air kiriman dari kawasan hilir di lereng Gunung Muria. Kali Kanal yang telah dinormalisasi belum dialiri air. "Jika Kali Wiso sudah tak mampu lagi menampung air, baru kami bagi ke Kali Kanal," ujarnya.

Pada Minggu malam lalu sekitar pukul 23.00, karena Kali Wiso nyaris meluap, air dialirkan ke Kali Kanal dengan ketinggian sekitar satu meter dari permukaan air Kali Wiso pada posisi Selasa (17/1). "Terpaksa aliran ke Kali Wiso kami kurangi karena tak bisa menampung," tuturnya.

Para penduduk yang tinggal di permukiman sepanjang pinggir Kali Wiso, Selasa kemarin terus mengamati perkembangan. Tanggul kali di Kelurahan Saripan dan Pengkol hanya terlihat rata-rata kurang dari 25 cm. Kawasan rendah paling terancam ada di permukiman utara Jepara Shopping Center. Tanggul Kali Wiso hanya terlihat lebih kurang 10 cm.

Banjir besar di kawasan Jepara kali terakhir terjadi pada Minggu (7/1) malam. Seluruh ruas jalan kawasan kota tergenang dengan ketinggian rata-rata satu meter dalam waktu lebih kurang enam jam.

Kabid Perlindungan Masyarakat Bakesbanglinsos Jepara Istono SH MM mengimbau warga yang tinggal di sekitar sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih saat terjadi hujan lebat sepanjang hari.

"Pantauan dan komunikasi antarpetugas pemantau air di sungai-sungai rawan banjir kami tingkatkan untuk mendapatkan informasi lebih dini soal kemungkinan terjadinya banjir," paparnya. (H15-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA