| Rabu, 18 Januari 2006 | SEMARANG |
Sejumlah Pohon Peneduh DirapikanSEMARANG - Pada musim hujan tahun lalu, sedikitnya 60 pohon peneduh di berbagai tempat di Kota Semarang roboh karena diterjang angin ribut. Korban materi, nyawa, ataupun orang yang terluka pun tak terhindarkan. Berdasarkan pengalaman itu, Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota kini telah melakukan antisipasi. Pohon-pohon peneduh di berbagai jalan strategis yang dinilai rawan, telah di rapikan dan dipotong dahannya untuk meminimalkan kejadian yang tidak diharapkan. Seperti di sepanjang Jl Kompol Maksum, Dr Wahidin, Teuku Umar, Manyaran, Tanjung, Sultan Agung, Sriwijaya, dan Ngesrep Timur yang kini terlihat rapi karena dahan pohon telah di-rempeli. Sementara itu pohon peneduh di Jl Setyabudi, beberapa waktu lalu juga dipotong bagian atasnya. Pohon tersebut dipotong bukan karena membahayakan pengguna jalan, melainkan untuk pengamanan jaringan listrik yang ada di sana. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang Drs Suseno MM, Selasa (17/1). "Belum semua pohon peneduh di tepi jalan dirapikan. Kami mengutamakan lebih dulu yang dinilai rawan karena anggaran Pemkot belum mencukupi untuk pelaksanaan program tersebut," katanya. Kendati demikian, pihaknya tetap terus melakukan pemotongan dan perapian pohon secara berkelanjutan. Untuk pendanaan proyek itu, dinas tersebut pada tahun ini mendapatkan alokasi anggaran Rp 100 juta dari Pemkot. Selain itu, Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang juga mengucurkan dana dari tugas pokok yang merupakan anggaran rutin tahunan. Kesiapan pihak dinas tersebut dalam mengantisipasi pohon roboh atau tumbang pada musim hujan itu dirasa lebih bagus daraipada tahun lalu. Hal itu, menurut Suseno, terlihat dari kegiatan penataan pohon yang dimulai sejak September 2005, baik untuk antisipasi musim hujan maupun pengamanan jaringan listrik. "Semoga saja tahun ini tidak ada lagi angin ribut seperti tahun lalu yang bisa mengangkat pohon hingga akar-akarnya. Kalau hanya hujan deras, pohon peneduh diperkirakan tidak menjadi masalah dan cukup kuat," ungkapnya. Dengan antisipasi itu, terbukti pada tahun ini kejadian pohon roboh sangat berkurang dan tidak ada korban jiwa. Pihak Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota hingga saat ini akan terus mengawasi pohon peneduh di berbagai jalan untuk mengurangi risiko pohon tumbang pada musim hujan ini. (sjs-56n) |