logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 SEMARANG
Line

Air Zamzam Masih Tertinggal di Jeddah

SEMARANG - Jamaah haji asal Kota Semarang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 tiba dengan selamat di halaman Balai Kota, Senin (16/1) malam.

Kedatangan mereka mengalami keterlambatan sekitar 3,5 jam dari jadwal yang semula. Rombongan tiba di halaman Balai Kota pada pukul 21.30 dari prediksi semula sekitar pukul 18.00.

Kasi Penyelenggara Haji Depag Kota Semarang Drs H Maksum mengemukakan, keterlambatan semacam itu lazim terjadi pada waktu kepulangan. Sebab, Bandara King Abdul Aziz Jeddah yang digunakan teramat sibuk oleh jadwal kepulangan para jamaah haji dari berbagai negara.

Rombongan kloter 1 berjumlah 322 orang yang terdiri atas KBIH Attaqwa, Sirathal Mustaqim, NU, Multazam, dan Polda. Mereka tiba di asrama haji Donohudan Surakarta sekitar pukul 17.00 dengan menumpang pesawat Garuda nomor penerbangan GA 6101. Turut serta dalam rombongan itu, Wakil Ketua DPRD Jateng H Hisyam Alie serta Abdul Bari dari Biro Kesra Setda Jateng.

Maksum mengungkapkan, terjadi sedikit persoalan pada pemulangan jamaah haji kloter 1. Beratus-ratus jerigen air zamzam yang menjadi oleh-oleh jamaah haji tertinggal di Jeddah. Diperoleh keterangan, sebagian besar jamaah haji mengalami overload barang bawaan, dari ketentuan maksimal 35 kg. Karena kelebihan muatan itu, air zamzam ditinggalkan.

Meninggal

Sementara itu, salah seorang panitia haji Mawardi SAg mengemukakan, jamaah haji asal Kota Semarang yang memperoleh giliran pulang berikutnya adalah kloter 5. Rombongan itu berangkat dari Jeddah, Selasa (17/1) pagi, dengan pesawat Garuda bernomor GA 6202. Kloter 1 yang terdiri atas 319 orang itu dijadwalkan tiba di Islamic Center Manyaran, Rabu (18/1) pagi. Mereka berasal dari KBIH Alikhlas, Depag Provinsi, Almabrur, dan Kalibanteng.

Secara umum, tidak terdapat persoalan yang berarti terkait dengan jamaah haji asal Kota Semarang. Hanya, jamaah haji kloter 6 yang direncanakan datang Rabu (18/1) siang, berkurang satu orang. Anggota kloter itu, yaitu Sumartono, meninggal akibat serangan asma. (H9-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA