| Rabu, 18 Januari 2006 | SEMARANG |
Pecatan Polisi dan Tentara Diduga Mencuri MotorSEMARANG - Aparat Resmob Polwiltabes bersama jajaran Polres Kudus mengungkap sindikat pencurian motor, yang diotaki seorang pecatan polisi dan seorang anggota militer aktif. Kini kedua tersangka telah ditangkap. Salah satu tersangka, yakni Jonatan Payung alias Jon (35) adalah mantan anggota Detasemen Markas (Denma) Akademi Kepolisian (Akpol) yang ditembak kakinya, karena berupaya kabur saat diringkus. Tersangka lainnya, Praka Mun Ali (25), anggota sebuah kesatuan di Kodam III Siliwangi, sudah diserahkan ke aparat Subdenpom IV/3 Pati. Keduanya disangka terlibat pencurian belasan motor di wilayah Semarang, Jepara, dan Pati. Kemarin, Jon, warga Pudakpayung, dibawa ke Semarang untuk diperiksa terkait dengan pencurian motor, yang dilakukannya di wilayah Tembalang, Banyumanik, dan Gunungpati. Jon mengaku 11 kali beraksi di Semarang. Sasarannya terutama kos mahasiswa dan rumah penduduk di wilayah pinggiran. Dari tangannya dan Mun Ali, polisi menyita dua motor, masing-masing Honda Mega Pro nopol H-5698-YL dan Yamaha Jupiter Z H-5792-YL. iduga kedua nomor polisi tersebut palsu. Ketika ditanya Kanit Resmob Polwiltabes, AKP Sukiyono, dan Perwira Unit, Iptu Yahya R Lihu, Jon mengaku tak sekali ini saja ditangkap. Pada tahun 1998, lelaki asal Palopo, Sulawesi Selatan, itu juga pernah ditahan, karena kasus yang sama. Meski kini jadi penjahat, sikap dan tutur kata Jon sebagai mantan polisi tak sepenuhnya hilang. Dia menjawab tegas setiap kali ditanya. Kata-kata ''Siap Dan'' selalu mengawali jawabannya. ''Siap ndan. Saya sama Mun Ali,'' ujar Jon menyebut nama rekan komplotannya. Begitu pula saat ditanya petugas, berapa kali beraksi? Jon menjawab,'' Siap Dan. 11 TKP''. Penangkapan kedua tersangka berawal dari diringkusnya seorang penadah motor curian berinisial W, warga Pati di Kabupaten Kudus. Dalam pemeriksaan, W menyebut nama Jon dan Mun Ali sebagai pemasoknya. Keduanya kerap mengirim motor curian ke W, dengan harga antara Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per motor. Melalui W, polisi memancing Jon dan Mun Ali agar keluar dari persembunyiannya. Keduanya diminta datang membawa Honda Mega Pro dan Yamaha Jupiter, karena ada orang yang membutuhkan dan berani membayar mahal. Lokasi pertemuan disepakati di dekat persawahan Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, Minggu (15/1) dini hari. Begitu muncul, Jon dan Mun Ali langsung disergap. Jon mencoba kabur, sehingga polisi terpaksa menembak kakinya. (G3-56h) |