| Rabu, 18 Januari 2006 | SEMARANG |
Tambak Hambat Normalisasi Kali TenggangSEMARANG - Tambak-tambak liar di sekitar muara Kali Tenggang dikhawatirkan menghambat proses normalisasi sungai itu. Karenanya, kalangan DPRD Kota mendesak Pemkot segera menyingkirkan tambak-tambak tersebut. Akibat terdesak tambak di muara sungai sekitar Jalan Arteri Yos Sudarso hanya tersisa 3-6 meter. Padahal idealnya, muara sungai itu selebar kurang lebih 15 meter. Sementara itu, sepanjang aliran sungai dipenuhi eceng gondok. Tanaman itu, menurut anggota Komisi C (bidang pembangunan) DPRD Kota, Tri Djoko Harianto, mengganggu arus air. ''Kondisi saluran dan sungai yang membentuk sistem drainase Kali Tenggang pada umumnya tidak terawat, penuh sedimen, dan dipenuhi eceng gondok. Apalagi, bagian saluran yang melewati perkampungan padat kondisinya lebih memprihatinkan, menyempit, dan berkelok-kelok,'' ungkap anggota Fraksi PDI-P itu. Pendapat serupa juga dilontarkan anggota Fraksi Golkar, Kristanto. Sedimentasi dan penyempitan mengakibatkan aliran air tidak lancar. Apabila volume air dari hulu besar, saluran-saluran yang terhubung dengan sistem drainase di sana tak mampu menampung debit air. Akibatnya, air sungai itu meluap dan menggenangi ruas Jalan Kaligawe. Menurut dia, tambak-tambak liar itu mestinya disingkirkan. Kendati Detail Engineering Design (DED) normalisasi sungai itu rampung Mei, pembebasan muara dari tambak mestinya dikerjakan secepatnya. ''Dinas Pekerjaan Umum harus segera mendata status tambak-tambak itu. Jika tanah yang digunakan untuk tambak tersebut ternyata tanah negara, Pemkot mestinya bertindak tegas,'' usulnya. Tambak Liar Soal tambak-tambak liar itu, Kepala DPU Kota Achmad Kadarisman berjanji segera menyelesaikannya. Dia akan berkoordinasi dengan instansi lurah, camat, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Menurut dia, jika DED rampung dapat dilihat titik-titik yang harus dilebarkan. Di samping berkoordinasi dengan lurah dan camat, juga akan berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan PT Telkom. ''Dengan normalisasi itu, kemungkinan ada pipa-pipa PDAM dan jaringan kabel Telkom yang harus dilokalisir,'' tuturnya. Menurut Kadarisman, saluran Gebangsari terhubung dengan saluran Kaligawe. Selain itu, ada saluran Padi Raya yang terhubung dengan Kaligawe, termasuk saluran Bugangan Baru I dan Bugangan Baru II. Seperti Kali Tenggang, kondisi saluran tersebut umumnya juga tidak terawat, penuh sedimen dan eceng gondok. (H5,H9-18d) |