| Rabu, 18 Januari 2006 | SEMARANG |
Maret, Tender Pelebaran Jl KaligaweSEMARANG - Proyek pelebaran Jalan Raya Kaligawe akan ditenderkan pada Maret nanti. Proyek tersebut didanai oleh Bank Dunia melalui Strategic Road Improvement Program (SRIP). Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, Purnarachman, Selasa (17/1) di Semarang menjelaskan, rencana pelebaran jalan itu juga diikuti peninggian badan jalan. Pengerjaan proyek tersebut harus terintegritas dengan langkah Pemkot yang bertanggung jawab menangani saluran dan sungai di sekitar jalan nasional itu. Seperti diketahui, sungai (Kali Tenggang-Red) dan saluran (Kaligawe-Red) itu setiap musim hujan, airnya selalu meluap sehingga menggenangi badan Jalan Raya Kaligawe. Dia yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga Jateng Ir Danang Atmodjo MT mengakui, ruas Jalan Kaligawe sekarang sebagian dalam kondisi rusak akibat genangan air yang terus-menerus. Di samping itu, ruas jalan itu memiliki kepadatan kendaraan yang tinggi, sehingga kerap kali mengalami kerusakan. ''Sambil menunggu pelebaran dan peninggian jalan, untuk sementara kerusakan itu diperbaiki dari anggaran pemeliharaan rutin,'' kata dia sebelum memantau kondisi jalan nasional di pantai utara barat Jateng. Belum Memuaskan Di Semarang, rombongan Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Ditjen Bina Marga didampingi Kasatker Pembangunan Jalan dan Jembatan Jateng serta Kasatker Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Jateng. Sebelum melakukan pemantauan di pantura Jawa Tengah, rombongan dari Departemen PU itu memantau kondisi jalan nasional di Jawa Timur. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Danang Atmodjo menambahkan, pelebaran awal dan peninggian jalan akan dilakukan antara jembatan tol Kaligawe sampai pertigaan jalan ke Terminal Terboyo. ''Untuk mendukung rencana itu, Pemkot juga harus menangani sungai dan saluran di sekitar jalan yang pada waktu musim hujan sering meluap,'' tuturnya. Untuk upaya pemeliharaan yang telah dilakukan terhadap kerusakan jalan itu, Danang menjelaskan, sudah dilakukan Dinas Bina Marga, walau diakui belum memuaskan para pengguna jalan. Sebab, upaya perbaikan itu juga harus melihat situasi dan kondisi di lapangan. ''Kalau hujan dan badan jalan masih tergenang, tidak mungkin kami melakukan pengaspalan pada jalan yang berlubang. Justru kami nanti ditertawakan orang bila nekat melakukannya,'' ucapnya. Seperti diberitakan Suara Merdeka, Selasa (17/1), kalangan wakil rakyat di DPRD Kota Semarang menyatakan, pemerintah tidak boleh menunda-nunda penanganan banjir di Jalan Raya Kaligawe, mengingat jalur itu merupakan urat nadi transportasi di pantura. Sesuai kewenangannya, Pemkot diharapkan bertindak cepat dengan mengambil program jangka pendek untuk mengatasi persoalan itu. Kalau tidak, dikhawatirkan banjir yang terjadi di Kaligawe akan memberikan dampak lebih buruk lagi. (G17-18d) |