logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

Santri Diminta Kenali Kesehatan Lingkungan

BOROBUDUR - Gubernur Mardiyanto minta para santri semakin mengenal secara baik masalah kesehatan lingkungan, untuk menjaga serangan nyamuk demam berdarah.

''Hingga saat ini masalah air bersih di Magelang masih relatif mudah diperoleh masyarakat, meskipun banyak sumber mata air yang kini mengalami penurunan fungsi,'' katanya, kemarin.

Saat meresmikan pembangunan sanitasi air bersih di Ponpes Darul Qiyam (Gontor VI) Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, ia menilai, pelestarian air menjadi ciri masyarakat Magelang.

Ia menunjuk contoh, warga Dusun Tutup Nduwur dan Dusun Tutup Ngisor Desa Sumber, Kecamatan Dukun, hingga kini terus melestarikan sumber air sehinga tetap terlihat jernih. ''Saya ke Tutup Atas dan Bawah Kecamatan Dukun, lingkungan air masih jernih karena dijaga masyarakat'' katanya.

Air Bersih

Menurut Gubernur, pembangunan sarana sanitasi air bersih di lingkungan pondok pesantren perlu dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan para santri. ''Tersedianya air bersih di pesantren akan meningkatkan derajat kesehatan para santri dan meningkatkan belajar mereka sehingga dapat terwujud kualitas sumber daya manusia yang tinggi'' katanya.

Pembangunan sarana sanitasi air bersih di ponpes itu mendapat bantuan dari Pemprov Jateng Rp 94,534 juta. Sarana kesehatan lingkungan itu ditekankan agar terus dijaga dan dirawat agar memberikan manfaat secara optimal bagi kesehatan masyarakat.

Pimpinan Ponpes Modern Gontor Ponogoro Jawa Timur KH Abdullah Syukri Zarkasih mengatakan, institusi itu tetap mandiri dan tidak berpihak kepada kelompok manapun. Meskipun banyak lulusan pendidikan pesantren itu banyak yang menjadi tokoh partai politik.

Ia menyebut contoh sejumlah lulusan Ponpes Gontor yang kini menjadi tokoh partai maupun tokoh nasional serta pemuka agama di Indonesia seperti Hidayat Nur Wahid, KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin. ''Pendidikan Gontor tetap bebas dan mandiri, politisi kalau masuk ke sini harus lepas baju parpolnya. Namun anak-anak Gontor juga bebas memilih.'' katanya. (pr-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA