logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

UKM dan KSP Akan Diberi Kredit

TEMANGGUNG - Pada tahun ini sejumlah usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi simpan pinjam (KSP) di Kabupaten Temanggung akan diberi kredit bergulir dari APBD 2006. Untuk UKM disediakan Rp 200 juta, sedangkan KSP Rp 225 juta.

''Kedua kredit tersebut akan mulai digulirkan setelah dilakukan penetapan Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK) kira-kira akhir Februari nanti,'' ujar Kepala Kantor Pelayanan Koperasi dan UKM Kabupaten Temanggung Suminar Budi Setiawan di ruang kerjanya, Senin (16/1).

Menurut keterangannya, kredit diberikan kepada KSP untuk dikelola, selanjutnya dana tersebut akan dipinjamkan ke usaha mikro informal yang perlu modal.

Dengan demikian, meskipun yang memanfaatkan adalah usaha mikro/kecil, yang bertanggung jawab atas pengelolaan uang tersebut tetap KSP.

Usaha mikro informal itu, ujarnya, jumlahnya sangat banyak. Kebanyakan mereka kesulitan untuk mengakses modal ke perbankan karena statusnya yang informal. Karena itu, diharapkan KSP dapat membantu permodalan mereka melalui dana dari APBD.

''Besaran bantuan kredit untuk setiap usaha mikro itu menurut rencana Rp 200.000 - Rp 500.000,'' tuturnya.

Sementara itu, kredit bergulir untuk UKM akan ditangani langsung dari kelompok kerja (pokja) yang dibentuk oleh Kantor Pelayanan Koperasi dan UKM. Pokja tersebut selain anggotanya dari Kantor Pelayanan Koperasi dan UKM, juga akan melibatkan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan Dekopin.

Sosialisasi kepada koperasi dan UKM formal yang telah memiliki surat izin usaha/SIUP akan dilakukan dengan cara mengundang mereka dalam waktu dekat. Khusus untuk KSP, sosialisasi juga akan dilaksanakan bersamaan dengan rapat akhir tahun (RAT) yang pada minggu ini sejumlah KSP tengah melaksanakannya.

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak menginginkan terjadinya kredit macet untuk program tersebut.

Sebab, hal itu akan berpengaruh pada perguliran kredit yang seharusnya diberikan kepada UKM lain berikutnya.

Bagaimana kalau terjadi kredit macet? Dia menekankan, pihaknya bukanlah institusi yang mencari keuntungan sebagaimana perbankan sehingga cara-cara persuasif dan pembinaan akan dilakukan kepada UKM yang ditengarai kesulitan mengembalikan kredit.

Dia menyebutkan, permodalan merupakan salah satu hal penting yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan bagi UKM.

Persoalan lain yang juga sering menjadi kendala berkembangnya UKM adalah masalah pemasaran hasil dan penguasaan teknologi. (hsf-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA