logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Malaysia-Thailand Berselisih Pendapat soal Pengungsi Muslim

BANGKOK - Thailand Selasa kemarin membantah laporan kantor berita resmi Malaysia bahwa Kuala Lumpur telah memulangkan 131 muslim Thailand, yang melarikan diri ke Malaysia tahun lalu.

Warga muslim Thailand itu berada di tahanan Malaysia sejak Agustus lalu. Mereka melarikan diri ke Malaysia untuk menghindari kekerasan yang melanda wilayah Thailand selatan.

Kekerasan di Thailand selatan telah menewaskan sekitar 1.000 orang selama dua tahun terakhir.

Wakil PM Thailand Surakiart Sathirathai mengatakan, 131 orang itu masih berada di Malaysia. ''Saya telah memeriksa melalui Departemen Luar Negeri, kedutaan kami di Malaysia, dan pejabat kepolisian. Tak seorang pun mengatakan bahwa 131 muslim Thailand itu telah dibebaskan dari Malaysia,'' kata dia.

Wakil PM Chidchai Wannasathit mengatakan pejabat Departemen Dalam Negeri dan imigrasi di perbatasan Thai-Malaysia juga memberikan konfirmasi bahwa 131 orang itu belum kembali.

Kantor berita Malaysia Bernama sebelumnya melaporkan bahwa 131 muslim Thai telah dipulangkan ke negara mereka.

''Semua telah dipulangkan. Kedua pihak sangat senang,'' kata Menteri Hukum Malaysia Radzi Sheikh Ahmad, seperti dikutip Bernama.

Malaysia sebenarnya telah menyerahkan satu orang dari 131 muslim Thailand tersebut ke Bangkok. Sebab, Bangkok menuduh orang itu terlibat dalam aktivitas terorisme.

Jaksa Agung Malaysia Gani Patail mengatakan kepada Bernama bahwa 130 telah dipulangkan tahun lalu. Namun Gani dan Radzi menolak berkomentar lebih lanjut.

Laporan pemulangan warga Thailand itu mengejutkan kantor Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi. ''Kami juga tidak tahu,'' kata Yante Ismail, juru bicara lembaga PBB itu.

Hubungan antara Malaysia dan Thailand menegang berkaitan dengan kekerasan di Thailand selatan. Sekitar 80 persen warga Thai selatan adalah muslim dan berbahasa Melayu.

Malaysia tidak senang dengan kebijakan Thailand yang menggunakan cara-cara keras untuk memadamkan kerusuhan di wilayah selatan. Namun Bangkok mencurigai banyak militan menyusup ke Malaysia untuk menghindari penangkapan.(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA