logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Ibu Tertua Rayakan Ultah Putrinya

BUCHAREST - Tahun lalu, Adriana Iliescu (67) dinobatkan sebagai ibu tertua di dunia yang melahirkan bayinya. Dia semula menduga akan kesulitan membesarkan bayi perempuan itu.

Namun Senin lalu, saat dia merayakan ulang tahun pertama putrinya itu, dia mengatakan bahwa merawat Eliza-Maria ternyata lebih mudah dari yang dia kira. Eliza-Maria adalah nama anak perempuannya itu.

Iliescu mengatakan kehamilannya waktu itu tampaknya tidak terpengaruh oleh usianya yang sudah tua. Kesehatan bayi dan dirinya juga sangat baik. Kemampuannya merawat bayi pun tak diragukan lagi.

''Saya merasa sangat sehat. Sangat sempurna,'' kata wanita berkulit pucat yang wajahnya sudah dihiasi kerut-merut itu kepada Reuters. ''Bayi berusia satu tahun memang sangat istimewa. Dia tak ubahnya setengah bidadari.''

''Saya benar-benar tak bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya ketika memeluk dan mencium dia. Sungguh perasaan yang luar biasa. Merawatnya ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan,'' tambahnya.

Iliescu mengajar bahasa dan sastra Rumania di Universitas Hyperion di Bucharest. Dia melahirkan Eliza-Maria setelah beberapa kali mengikuti program bayi tabung dengan mendapat donasi sel telur dan sperma.

Kehamilannya menimbulkan perdebatan di Rumania dan komunitas internasional.

Sebagian pihak menganggap dia telah melanggar etika perawatan anak, mengingat usianya yang sudah tua.

Pejabat Bucharest mengatakan, program bayi tabung seharusnya dilakukan hanya pada kalangan terbatas. Kendati demikian, tidak ada hukum Rumania yang mengatur soal program bayi tabung itu.

Sodorkan Nampan

Iliescu melahirkan bayinya melalui operasi caesar ketika usia kehamilannya baru mencapai 33 minggu. Bobot Eliza-Maria saat lahir hanya 1,4 kilogram.

Operasi caesar itu terpaksa dilakukan lantaran saudari kembar Eliza-Maria meninggal di dalam kandungan.

Bayi itu kini tinggal bersama ibunya di sebuah kompleks apartemen di Bucharest. Kamar apartemen yang kecil itu penuh dengan buku, mainan berdebu, dan perabotan usang.

Saat merayakan ulang tahun pertamanya, ibu dan pengasuhnya menyodorkan nampan berisi perhiasan, alat-alat bersolek, mainan, buku, dan benda-benda lainnya.

''Itu merupakan tradisi orang Rumania, saat merayakan ulang tahun pertama anak mereka. Sang anak diminta memilih tiga benda dari nampan itu. Apa pun yang dia pilih akan menggambarkan takdirnya kelak,'' kata Mariana Voicu, pengasuh Eliza.

''Dia ternyata memilih pita pengukur, perhiasan, dan lukisan religius. Dia tampaknya akan menjadi orang yang pesolek. Mungkin juga, dia kelak berkarier sebagai perancang busana. Selain itu, dia juga memercayai Tuhan,'' tambah Voicu.

Masa depan Eliza tampaknya cerah. Namun Iliescu mengakui tidak tahu siapa yang harus merawat Eliza jika dia sudah tidak mampu lagi kelak.

Iliescu tidak pernah menikah dan tidak memiliki banyak kerabat atau sahabat.

''Saya yakin, dia akan menjadi orang yang tidak mudah putus asa,'' kata Iliescu.

Ketika ditanya apakah dia ingin memiliki anak lagi, dia menjawab: ''Kalau saya mengikuti perasaan, jawabnya ya. Namun secara rasional, tidak.''(rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA