| Rabu, 18 Januari 2006 | INTERNASIONAL |
Konferensi Flu Burung Dibuka di BeijingBEIJING - Sebuah konferensi internasional mengenai flu burung secara resmi dibuka di Beijing, Selasa kemarin, dengan seruan agar tidak membuang-buang waktu dalam perang melawan virus itu. Bank Dunia mengharapkan dapat mengumpulkan dana sebesar 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 11,4 triliun) untuk meningkatkan kesehatan dan pelayanan kedokteran hewan di negara-negara berkembang yang sedang berjuang melawan wabah itu, serta untuk memperkuat program pengawasan di daerah-daerah yang belum terkena virus tersebut. Virus flu burung telah menjadi endemi di sejumlah negara Asia. Para ilmuwan khawatir virus H5N1 dapat bermutasi sehingga penularan penyakit yang kebanyakan menjangkiti burung ini bisa terjadi antarmanusia. Wabah tersebut juga dapat menimbulkan pandemi. Flu burung telah menewaskan 79 orang sejak 2003 dan menulari hampir 150 orang. Sebelumnya, flu burung hanya menewaskan manusia di wilayah Asia Timur, namun baru-baru ini tiga anak Turki meninggal karena virus ini, yang berarti penyebarannya kini telah mencapai wilayah persimpangan Eropa, Asia, dan Timur Tengah. ''Situasinya sangat serius dan sangat mengkhawatirkan,'' kata kepala dinas kesehatan hewan di Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) Joseph Domenech kepada Reuters. ''Anda lihat bahwa virus ini makin menuju ke Barat. Jika dana tidak dapat dimobilisasi segera, maka dalam waktu dua bulan mendatang, kita akan memerlukan lebih banyak lagi uang,'' katanya. Bank Dunia memperkirakan penanganan wabah ini memerlukan dana antara 1,2 miliar hingga 1,4 miliar dolar AS. Dana sebesar itu belum termasuk untuk menyediakan vaksin bagi manusia, yang akan ditangani secara terpisah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jelas Wakil Presiden Bank Dunia Jim Adams.(ant-26) |