| Rabu, 18 Januari 2006 | EKONOMI |
6 Industri Jalin Kontrak Suplai BBM PertaminaSEMARANG-Pertamina Unit Pemasaran (UPMS) IV menandatangani kontrak kerja sama pasokan BBM dengan sejumlah kalangan industri Selasa (17/1). Penandatanganan kontrak ini merupakan antisipasi Pertamina menghadapi pesaing bisnis distribusi BBM yang kini mulai beroperasi di Indonesia. Program yang dibarengi pemberian diskon untuk pembelian di atas 100 kiloliter ini, diharapkan mampu mempertahankan kalangan industri agar tetap menjadi pelanggan Pertamina. Sistem pemasaran BBM yang mulai diberlakukan 1 November 2005 lalu ini, mendapatkan respon positif dari kalangan industri. Pasalnya potongan harga itu mampu menghemat anggaran pengeluaran perusahaan. General Manager Pertamina UPMS IV Wisnuntoro mengatakan, meski pesaing distribusi BBM swasta belum merambah Jateng, antisipasi sudah dilakukan. ''Selain ingin memberikan layanan yang lebih pada pelanggan industri, Pertamina juga akan berupaya memenuhi permintaan suplai BBM industri tanpa ada batasan. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan BBM industri,'' katanya. Penandatanganan Kontrak Penandatangan kontrak itu diikuti tiga perusahaan, yaitu PT Djarum, PT Perkebunan IX, dan Ada Swalayan. Selain itu, awal tahun ini juga tercatat tiga perusahaan lain yang telah mengikat kontrak distribusi BBM, PT Tensindo, PT Vitadaya Harapan, dan PT Prima Yudha Mandiri Jaya. Tahun 2005 lalu, terdapat 46 industri yang membutuhkan suplai BBM di atas 100 kiloliter per bulan. Dari jumlah itu, tak semuanya melalui ikatan kontrak. Karenanya diharapkan industri yang lain bisa turut bekerja sama dalam pendistribusian BBM. Hingga November 2005, realisasi penjualannya tercatat hingga 18.987 kiloliter. Humas Pertamina IV Winarto menambahkan bila industri yang membeli BBM hingga 100 kiloliter namun tidak melalui kontrak, maka tidak akan mendapatkan diskon. Pemberian diskon di wilayah pemasarannya mulai 100 kiloliter hingga 1.000 kiloliter per bulan. Bila kebutuhannya mencapai 1.000 kiloliter per bulan, maka akan dilayani Pertamina pusat. Berkaitan dengan penurunan harga BBM industri Desember-Januari ini, nampaknya tak begitu mempengaruhi peningkatan permintaan. Menurut dia, industri masih mengonsumsi BBM sesuai kebutuhan. Sementara itu, Muliawan Sumartana, General Service Manager PT Djarum mengatakan perusahaannya menyambut positif program pemberian diskon ini. Per bulan perusahaannya membutuhkan BBM hingga 500 kiloliter. BBM itu dipergunakan sebagai bahan bakar genset untuk memasok kebutuhan tenaga listrik. (mhr-33) |