logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 BANYUMAS
Line

TKW Bunuh Diri di Malaysia

BANYUMAS - Kamilah (29), tenaga kerja wanita (TKW) asal Grumbul Plumbungan RT 2 RW 3, Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia, tewas akibat gantung diri di rumah majikannya. Jenazahnya, Senin malam, tiba di rumah keluarganya dan dimakamkan di pemakaman desa setempat, Selasa siang kemarin.

Kabar meninggalnya TKW itu disampaikan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT Kurnia Bina Rizki Jakarta, 14 Januari lalu. Korban meninggal Kamis (12/1), setelah PT Kurnia menerima kabar dari Malindo Sdn Bhd, agen jasa tenaga kerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banyumas, Suyatno, ketika dikonfirmasi, kemarin, mengatakan, jenazah TKW tersebut tiba di Petarangan Senin (16/1) malam sekitar pukul 23:30 WIB.

''Dinas menerima kabar meninggalnya TKW asal Desa Petarangan dari perwakilan PT Kurnia Bina Rizki perwakilan Cilacap. TKW tersebut berangkat ke Malaysia tidak melalui Banyumas, tetapi dari Cilacap lewat PT tersebut,'' katanya.

Oleh pihak PT di Jakarta, jenazah istri dari Siam Sutrisno (30) itu langsung dikirim ke Petarangan. Disnakertrans Banyumas bahkan tidak diberitahu.

Dalam salah satu surat, yang dikirim lewat faksimile, tersebut, kata Suyatno, TKW itu diketahui meninggal dunia akibat gantung diri dan alamat kerjanya di 45-9-3 Sri Jelatek Condo Wangsamaju Seksyen 10 53300 Kuala Lumpur, Kamis (12/1) sore. Pada hari itu, majikannya tidak berada di rumah sejak sekitar pukul 09:00-16:30. Saat pulang, mereka mendapati pembantunya sudah dalam keadaan gantung diri. ''Ada keterangan hasil visum dari kepolisian Malaysia, yang menyebutkan korban meninggal karena bunuh diri,'' jelas dia.

Meski tidak melalui Banyumas, kata Suyatno, pihaknya tetap akan menemui keluarganya untuk membantu melacak hak-hak korban. Dalam keterangan yang menyertai kedatangan jenazah anak perempuan Sanmukheri itu disebutkan, mendapat bantuan uang duka Rp 1 juta dan gaji yang terkumpul sebanyak 1.750 Ringgit Malaysia. ''Dinas tetap akan membantu keluarganya untuk mengurus hak korban meski yang bersangkutan tidak berangkat dari Banyumas,'' ujarnya. (G23-39h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA