logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Tahu Tanpa Formalin Dikampanyekan di DPRD

PURWOKERTO - Usai sidang paripurna DPRD Banyumas, anggota DPRD, pegawai Pemkab Banyumas, dan tamu undangan disuguhi tahu buatan perajin dari Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok. Acara itu diadakan Fraksi PKB bekerja sama dengan perajin dalam upaya sosialisasi tahu Kalisari tak berformalin.

Ketua Fraksi itu, Akhmad Iksan, mengatakan, makanan buatan desa itu tak memakai bahan pengawet yang dilarang, namun tetap kenyal, kuat, dan gempi. Hal itu karena melalui proses tradisional, yaitu, dipres tiga kali, direbus sampai mendidih, memakai garam beryodium, serta kuning karena memakai kunyit.

Dalam sosialisasi oleh Depkes disebutkan, ciri-ciri makanan berformalin salah satunya adalah kenyal dan kuat. Tahu Kalisari juga kenyal dan kuat, tetapi bukan karena formalin, melainkan melalui proses tradisional tersebut. ''Masyarakat perlu memahami hal seperti ini,'' paparnya.

Berdasarkan kesaksian masyarakat Kalisari, tambah Iksan, sejak dulu perajin tahu desa itu tak pernah memakai formalin atau bahan pengawet lain. Hal itu karena usaha mereka merupakan industri skala rumah tangga, yang dikelola secara tradisional. Produknya dijual sekali langsung habis.

Dia berharap, semua konsumen membeli makanan buatan desa tersebut. Pihaknya juga mengharap pemerintah daerah untuk membuat program sertifikasi makanan bebas formalin secara gratis.

Perajin yang membawa tahu ke gedung DPRD adalah Tarsun Tohadi (51) dan Ny Sutarti (47). Sutarti mengatakan, dalam sehari rata-rata mengolah 30 kg kedelai menjadi tahu. Dia menyambut baik kampanye di gedung DPRD, dengan harapan akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk membeli tahu Kalisari.

Seperti diberitakan (SM, 9/1), akibat isu formalin, lebih dari 50% perajin di sentra-sentra tahu Banyumas berhenti berproduksi. Mereka yang bertahan pun produksinya menurun hingga 50%. Produksi dihentikan, karena makanan buatan mereka tak laku di pasaran.

Sementara itu, yang bertahan harus rela berjualan sampai sore hari agar laku. Sentra tahu yang terpukul isu formalin, terutama di Desa Kalisari dan Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen. (bd-39h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA