| Rabu, 18 Januari 2006 | BANYUMAS |
Wagub Khawatir Perkembangan Akhlak
PURWOJATI - ''Apakah di Purwojati masih ada budaya anak-anak sungkem, cium tangan orang tua sebelum berangkat sekolah?'' tanya Wagub Drs H Ali Mufiz MPA. Spontan masyarakat menjawab dengan kor, ''masiiih''. ''Di kota-kota besar, tata krama dan unggah-ungguh seperti itu sudah mulai memudar. Sebagai gantinya, kadang-kadang anak malah menggeber gas sepeda motornya, masya Allah,'' katanya disambut tawa hadirin. Dialog panjang sekitar pendidikan tersebut mengemuka saat Wagub menjadi pembicara dalam puncak HUT Ke-35 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif NU 1 Purwojati, Banyumas, kemarin. Kampung yang terletak sekitar 30 km arah barat daya Kota Purwokerto itu menjadi semarak kedatangan para pejabat. Sejak dari pinggiran kota sampai lokasi terpampang spanduk ucapan ''Selamat Datang Wagub dan Bupati Banyumas''. Hadir pada kesempatan itu, antara lain, Sekda, Singgih Wiranto SH MHum; Kepala Dinas Pendidikan, Haris Nurtiono; Wakil Sekretaris PWNU, Agus Fathuddin Yusuf; Ketua PCNU Banyumas, Drs H Taefur Arofat MPd, Drs H Muslimin Dirdjo, mewakili Kakandepag; Ketua PGRI, Khaerul Fuadi; anggota DPRD; dan sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren. Kepala MTs, Kuswanto, menjelaskan, HUT sekolahnya dimeriahkan berbagai kegiatan, antara lain, khitanan massal, sepeda santai, dan bakti sosial, serta defile marching band. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, KH Ahmad Muhail, pada kesempatan itu, mengungkapkan keinginannya kepada Wagub, sekolah tersebut akan membangun laboratorium sains dan bahasa. ''Walaupun letaknya terpencil, kami bercita-cita di Purwojati jadi rujukan sains dan bahasa,'' tuturnya. Meningkatkan Mutu Ali Mufiz menyambut baik gagasan Kiai Muhail tersebut. Dia mencontohkan di Sumatra Utara ada Sekolah Informatika Teknologi, yang sangat lengkap fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikannya. ''Jadi, persoalan tempat dan lokasi tidak masalah. Justru sekolah yang baik dan berkembang kebanyakan tidak di kota besar melainkan di luar kota bahkan di tempat terpencil,'' ungkapnya. Bupati Aris Setiono SH SIP dalam sambutan yang dibacakan Sekda Singgih Wiranto SH MHum mengharapkan, dalam usia 35 Tahun MTs Ma'arif NU 1 Purwojati terus meningkatkan mutu dan pelayanan kepada masyarakat. ''Dalam hal pendidikan, Pemerintah Kabupaten terus berupaya agar masyarakat mampu menyekolahkan putra-putrinya,'' urainya. Wagub mengingatkan orang tua pentingnya membuat putra-putri generasi mendatang dengan kecerdasan dan kepandaian. ''Namun, akhlak, budi pekerti, unggah-ungguh, dan sopan-santun perlu terus diberikan kepada mereka. Karena, di masa datang akan terjadi perubahan tata krama yang sangat mendasar,'' tegas Ali Mufiz. Dia mengkritik perilaku orang tua dan guru yang kadang hanya memberikan nasihat, tetapi tidak mampu memberikan uswah atau contoh keteladanan. Padahal, anak-anak sangat membutuhkan keteladanan dari orang yang dibutuhkan oleh mereka. (G17-39h) |