logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 18 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Tarif PDAM Naik Menjadi Rp 765/M3

PURBALINGGA - Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga material, PDAM berencana menaikkan tarif dasar dari Rp 625/m3 menjadi Rp 765/m3. Kenaikan itu, menurut Dirut PDAM, Hardi Wibowo, tidak bisa dihindari. Sebab, selain ada kenaikan harga-harga, subsidi PDAM kepada pelanggan juga masih tinggi.

''Dengan tarif sekarang Rp 625/m3, kami memberikan subsidi kepada masyarakat Rp 175/m3. Hal itu karena biaya rata-rata untuk satu meter kubik air adalah Rp 800. Jika ditambah dengan beban utang dan lain-lain, biaya rata-rata itu bisa membengkak menjadi Rp 1.125/m3. Jadi, kalau mau break even point tarif kita Rp 800/m3,'' katanya.

Jika ditambahkan dengan jumlah pelanggan sekarang, yang mencapai 20.000 orang dengan pemakaian rata-rata 20 m3/bulan, subsidi yang ditanggung perusda itu mencapai Rp 70 juta/bulan atau Rp 840 juta/tahun. Dengan tingginya biaya itu, maka PDAM akan rugi bila tidak ada pemasangan baru.

Hardi menegaskan, tarif PDAM Purbalingga Rp 625/m3 masih terendah dibandingkan daerah lain. ''Dengan kenaikan tarif itu, kami berharap bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Apalagi saat ini cukup banyak permintaan sambungan baru yang belum bisa kami layani akibat berbagai keterbatasan,'' ungkapnya.

Belum Menikmati

Dia memahami, hingga saat ini belum semua pelanggan PDAM menikmati kelancaran pasokan air, khususnya pada pagi hari di mana semua orang menggunakan air. Hal itu membuat pelanggan, yang tinggal di daerah ujung pipa distribusi atau di daerah yang agak tinggi mengalami kesulitan mendapat pasokan air.

''Sebab yang minta air banyak namun sumbernya terbatas. Untuk distribusi wilayah Kota sangat padat sehingga pada masa puncak pemakaian, banyak yang aliran airnya menjadi kecil, bahkan tidak mengalir. Makanya dengan kenaikan tarif ini mudah-mudahan akan lebih banyak sumber air yang bisa kita pakai,'' jelasnya.

Rencana kenaikan tarif PDAM ditanggapi beragam oleh pelanggan. Mereka rata-rata masih menuntut perbaikan pelayanan PDAM di rumahnya. ''Sebelum menaikkan tarif, kami minta PDAM memperbaiki dulu pelayanannya. Kami sering kehabisan air kalau pagi hari. Padahal, tiap bulan kami rajin bayar rekening,'' kata Warno, warga Jl A Yani. (F10-39h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA