SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 17 Januari 2006

- Kurs rupiah mengalami penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Sekarang posisinya di sekitar level Rp 9.370/dolar AS. Relatif paling kuat dibandingkan dengan keadaan dalam beberapa bulan terakhir yang biasanya berada di Rp 9.700/dolar AS. Penguatan rupiah tak selalu disambut dengan sukacita atau perasaan lega. Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan penguatan nilai tukar mata uang kita itu, karena terjadi secara cepat. Penguatan yang terlalu cepat juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan instabil.

- Masih adakah celah bagi krisis mengenai tuduhan nuklir Iran? Kita menggunakan kata ''tuduhan'' bagi perang opini yang kini makin sengit antara negara-negara Barat dengan Iran seputar program nuklir. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan tidak gentar dan tidak akan goyah untuk mengembangkan teknologi nuklir, walaupun Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa mengancam membawa krisis ini ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar Iran dikenai sanksi.

PEMERINTAH SBY-JK tidak mau mendengar kritik keras dari berbagai kalangan, dengan nekat melakukan impor beras sebanyak 110 ribu ton dari Vietnam. Beberapa pengamat kritis, semisal dari Econit dan lndept mendakwa impor beras yang dilakukan pemerintah, melalui SK Menperindag Mari Elka Pangestu bermotif bisnis dan rent seeking activities.

SUARA pesimistis terhadap langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberantas korupsi, santer terdengar di tengah masyarakat. Namun, optimisme sebagian warga masyarakat lain, akan hasil jerih payah pemberantasan korupsi di bawah Presiden SBY, pun terasa solid.

Saya ucapkan terima kasih kepada dokter Ikwandi dan dokter Okke serta perawat yang melayani selama saya berobat di RS Dr Kariadi Semarang Saya menerima rujukan dari RSU Ambarawa untuk memeriksakan luka kecil di kulit tangan kanan saya ke RS Dr Kariadi.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA