SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Selasa, 17 Januari 2006

WASHINGTON - Senator-senator dari Partai Republik dan Demokrat sependapat bahwa tindakan militer perlu dilakukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Namun mereka menekankan, aksi militer merupakan upaya terakhir.

LONDON - Harga minyak dunia mulai bergolak sebagai dampak krisis nuklir Iran. Harga minyak mentah Brent London naik menjadi 63,18 dolar AS per barel dan kemudian hanya turun sedikit pada 62,92 dolar per barel semalam.

HONG KONG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il meninggalkan China selatan menuju Beijing untuk bertemu dengan para pejabat puncak China. Media Hong Kong kemarin melaporkan, Kim antara lain akan membicarakan nasib perundingan enam negara mengenai nuklir Pyongyang.

SANTIAGO - Tokoh sosialis Michelle Bachelet memastikan diri sebagai presiden perempuan pertama Cile. Hasil penghitungan suara Senin kemarin menunjukkan Bachelet unggul 53 persen, sementara rivalnya Sebastian Pinea hanya meraih 47 persen suara.

MANILA - Upaya memakzulkan (meng-impeach) Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo ternyata belum padam. Seorang pengacara diktator Ferdinand Marcos mengajukan mosi pemakzulan terhadap Arroyo Senin kemarin.

TOKYO - Korban tewas akibat badai salju yang menghantam Jepang mencapai 100 orang Senin kemarin. Seorang anak berusia enam tahun tergeletak koma setelah terkubur timbunan salju yang longsor dari atap rumahnya. Si anak itu kebetulan sedang bermain di halaman ketika bencana terjadi.

MONROVIA - Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf resmi dilantik Senin kemarin. Upacara pelantikan menjadi istimewa karena Ibu Negara Amerika Serikat Laura Bush dan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice ikut hadir.

BAGDAD - Helikopter Amerika Serikat ditembak jatuh di dekat Bagdad, Senin kemarin. Itu merupakan heli kedua AS yang ditembak jatuh gerilyawan Irak dalam tiga hari terakhir.

ART SAMART - Setelah digoyang dengan aksi protes beberapa hari lalu, Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra Senin kemarin menggelar ''roadshow'' ke desa-desa miskin. Rombongan dengan 20 mobil ini akan berkeliling di wilayah timurlaut Thailand selama lima hari.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA