| Selasa, 17 Januari 2006 | NASIONAL |
Jateng Potensial Tuntaskan Wajib Belajar
SEMARANG-Dibandingkan dengan Provinsi Jatim dan Jabar, Jateng merupakan daerah yang paling potensial melaksanakan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas) hingga tuntas pada 2007. Mendiknas Bambang Sudibyo menyatakan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pendidikan Jateng di Grhadhika Bhakti Praja Jl Pahlawan No 9, Senin (16/1). Dia menyatakan, kondisi Angka Pratisipasi Kasar (APK) SD/MI Provinsi Jateng 120,16% lebih tinggi dibandingkan dengan nasional, yakni 115,13%. Senada APK SMP/MTs Jateng, yakni 88,33%, lebih besar dibandingkan dengan angka nasional 85,22% atau selisih 3,11%. ''Menilik gambaran itu Jateng bisa menjadi contoh daerah lain dalam hal penuntasan Wajar Dikdas pada 2007. Provinsi Jatim dan Jabar tidak mungkin bisa melaksanakan program tersebut dalam tenggang waktu yang sama, karena APK-nya lebih rendah,'' ungkap Bambang. Dia mengungkapkan, ada kaitan yang signifikan antara angka kemiskinan dan jumlah buta aksara pada suatu daerah. Di Indonesia, Provinsi Papua tercatat merupakan daerah yang memiliki indeks kemiskinan tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain, yakni 37,92, dan angka buta hurufnya di bawah 90%. Sementara itu, Jateng dengan angka melek huruf di bawah kondisi normal memiliki indeks kemiskinan 21,11. ''Jateng masuk dalam daerah yang angka melek hurufnya relatif rendah bersama-sama dengan Papua, NTT, NTB, Jatim, DIY, Sulsel, Kalbar, dan sejumlah daerah lain. Berdasarkan jumlah penduduk dan indeks kemiskinan, empat daerah yang angka buta aksaranya terbesar untuk penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah Jatim 29,2%, Jateng (19,7 %), Jabar (10 %), dan Sulawesi Selatan,'' ujar Mendiknas. Empat Kabupaten Bambang memilah, daerah yang penduduknya masih buta aksara adalah Brebes, Kabupaten Tegal, Sragen, dan Wonogiri. Gubernur Mardiyanto mengungkapkan, APK SD/MI sederajat pada tahun 2004/2005 sebesar 104,87% direncanakan meningkat menjadi 114,00% pada 2005/2006 dan 115,00% pada 2006/2007. Sementara itu, APK SMP/MTS sederajat pada tahun 2004/2005 sebesar 86,21% direncanakan meningkat menjadi 90,50 % pada 2005/2006 dan menjadi 95,00 % pada 2006/2007. ''Sebagai upaya penuntasan buta aksara, Jateng mencanangkan Gerakan Tuntas Buta Aksara. Gerakan ini tidak bisa dilepaskan dari analisis Deklarasi Dakar. Kegiatan percepatan penuntasan buta huruf antara lain dengan kampanye pemberantasan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, penyusuan pedoman gerakan penuntasan, pengembangan bahan ajar tematik, dan menggalang kerja sama dengan LSM, perusahaan, ormas peduli pendidikan, serta mendorog keswadayaan masyarakat,'' beber Gubernur. (H7-14t) | ||||