| Selasa, 17 Januari 2006 | INTERNASIONAL |
Dengan 20 Mobil, Thaksin ''Roadshow'' ke Desa-desa
ART SAMART - Setelah digoyang dengan aksi protes beberapa hari lalu, Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra Senin kemarin menggelar ''roadshow'' ke desa-desa miskin. Rombongan dengan 20 mobil ini akan berkeliling di wilayah timurlaut Thailand selama lima hari. Bukannya mendapat simpati, langkah Thaksin ini malah dikecam banyak pihak tak lebih sebagai ''fantasi politik''. Kampanye yang diberi nama ''Operasi Pemberantasan Kemiskinan'' itu ditanggapi skeptis oleh masyarakat Bangkok. Meski demikian, rombongan perdana menteri tetap mendapat sambutan dari ratusan warga saat mengunjungi Art Samart, sebuah kota kecil sekitar 500 km dari Bangkok. Lawatan lima hari ini ditayangkan langsung televisi. Operator televisi kabel nasional UBC mengerahkan 40 kamerawan dan lima mobil siaran untuk kunjungan ''heboh'' ini. Menurut pemerintah, lawatan itu untuk menunjukkan kepada para pejabat bagaimana meningkatkan kehidupan warga desa Thailand. Penduduk desa merupakan 80 persen konstituen negeri itu. Juru bicara pemerintah Surapong Suebwonglee menangkis kecaman atas program ini. Menurutnya, program kunjungan itu adalah upaya penting untuk menyebarluaskan pesan anti-kemiskinan. Namun, lawatan ini ramai disindir sebagai penampilan ''reality show'' Thaksin, salah seorang terkaya di Thailand. ''Butuh waktu 10 tahun kalau perdana menteri harus mengunjungi seluruh 800 distrik di Thailand untuk memperlihatkan kepada para pejabat bagaimana mengatasi kemiskinan,'' kata Surapong. ''Jadi, kami berharap semua pejabat pemerintah yang terlibat dapat belajar dari tayangan langsung lawatan perdana menteri serta menyerap solusi-solusi untuk menyelesaikan problem di distrik masing-masing,'' kata dia. Tayangan lawatan Thaksin juga akan direkam dalam bentuk VCD. Opera Sabun Kota Art Smart kemarin dibanjiri ratusan pejabat dan wartawan yang meliput lawatan ini. Namun, hal itu tidak mengganggu kegembiraan penduduk kota yang dapat bertemu langsung dengan Thaksin. Apalagi, jalan-jalan langsung dijadikan mulus, pohon-pohon ditanam kembali dan kantor-kantor pemerintah tampil baru dengan cat warna cerah. Jalan utama sepanjang 20 km yang membelah kota itu juga diramaikan dengan baliho-baliho besar menyambut kedatangan Thaksin. Eks taipan perusahaan telekomunikasi ini tampil mengenakan jaket Burberry biru cerah, suatu pemandangan tidak biasa bagi warga yang mayoritas petani. ''Ketika saya bangun pagi, saya tidak sadar sesuatu telah terjadi di luar sana,'' kata seorang penjual kopi berusia 50 tahun. ''Jalan yang bertahun-tahun ini berlubang-lubang sudah mulus kembali.'' Meski demikian, kalangan akademik dan media massa mengecam kunjungan itu tak lebih sebagai kegiatan hura-hura yang dibiayai dari dana publik. Di Bangkok, berbagai jajak pendapat memperlihatkan dukungan terhadap Thaksin terus merosot. Mereka mengatakan, Thaksin sedang berusaha mengalihkan perhatian publik dari isu skandal korupsi yang membelit pemerintah. Thailand juga masih disibukkan dengan masalah gerilyawan separatis di selatan. ''Thaksin sedang mengubah krisis politik di negeri ini menjadi opera sabun yang dibintanginya sendiri,'' kata pengamat sosial Thirayuth Boonmi.(rtr-gn-25) |