logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Gua Tercantum dalam Brosur, Belum Dikembangkan

PURWOKERTO-Gua-gua di Grumbul Karangpucung, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, sudah tercantum dalam brosur pariwisata. Namun objek itu sama sekali belum dikembangkan.

''Kami malu, jika ada wisatawan datang dan ternyata tak ada apa-apa,'' kata anggota DPRD Slamet Ibnu Anshori. ''Jangankan jalan, rambu menuju ke gua pun belum ada,'' timpal anggota DPRD lain, Mursyid Sirojudin.

Mereka menyatakan hal itu di ruang Komisi C, kemarin. Mereka bersama beberapa rekan serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bambang Hartono melihat-lihat gua itu, Sabtu (14/1). Mereka mempelajari potensi gua yang berada sekitar 30 km di sebelah barat Purwokerto itu.

Mereka, kata Slamet, harus berjalan kaki sekitar 2 km dari jalan yang bisa dilalui mobil menuju ke gua. Rombongan DPRD dan Dinas Pariwisata didampingi warga yang bertugas membuka jalan dengan menyabit rumput liar. Mereka juga dikawal pawang ular karena di tempat itu banyak hewan berbisa.

Slamet dan Mursyid menuturkan hingga kini tak ada dana APBD untuk mengembangkan gua itu sebagai tujuan wisata. Dulu pernah diteliti, tetapi belum ditindak lanjuti. Padahal, jika dikembangkan potensial menarik wisatawan.

Belum Masuk Daftar

Di kawasan itu, sepengetahuan mereka, ada 11 gua. Misalnya, Gua Sumur, Kemit, Lawa, Angin, Gede, Cin, dan Damar. Di dalam gua-gua itu terdapat stalagmit dan stalaktit.

Edi (45), warga Ajibatang, mengakui saat remaja bersama teman-teman kerap berwisata ke gua-gua itu. Dari desa mereka naik kendaraan sampai ke Grumbul Karangpucung, kemudian berjalan kaki. Mereka kemudian makan bekal makanan di mulut Gua Lawa. ''Habis mendaki jalan menanjak, nikmat sekali makan kupat berlauk mendoan.''

Sementara itu, Kepala Bidang Objek dan Pemasaran Wisata Disparbud Darwis Cahyono menyatakan dalam brosur gua-gua itu belum masuk daftar objek wisata. Namun baru sebagai aset yang dimiliki daerah. Di bidang parwisata ada tiga kategori objek wisata, yakni belum, sedang , dan sudah dikembangkan. ''Gua-gua itu belum dikembangkan.''

Anggota DPRD dan Dinas Pariwisata ke tempat itu untuk melihat kondisi dan akses jalan ke gua. ''Langkah itu untuk mengkaji kemungkinan wisatawan datang ke tempat itu berkait dengan pengembangan objek wisata lain.'' (bd-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA