logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Stok Pangan bagi Pengungsi Mencukupi

  • Bantuan Pembaca SM Disalurkan

BANJARNEGARA-Bantuan untuk korban longsor di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, kemarin, masih berdatangan. Bahkan bantuan pangan dan keperluan pribadi saat ini menumpuk di posko Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) di pendapa kabupaten dan posko PMI di Desa Sijeruk.

Persediaan pangan diperkirakan mencukupi sampai enam bulan ke depan. Saat ini pengungsi juga mengharapkan bantuan bahan material untuk persiapan membangun relokasi permanen.

''Jika masih ada yang membantu sebisa mungkin berupa bahan material untuk persiapan relokasi permanen,'' kata Wakil Ketua PMI sekaligus Kepala Bagian Logistik Satlak PBP Setiawan, kemarin, seusai menerima bantuan pembaca Suara Merdeka dari PT Sido Muncul di pendapa kabupaten.

Bantuan pembaca tahap pertama itu diserahkan Kepala Biro Banyumas Suara Merdeka Didi Wahyu mewakili Pemimpin Redaksi Sasangko Tedjo. Bantuan diterima Setiawan yang mewakili Bupati Djasri. Bantuan senilai Rp 100 juta itu berupa 25 dus paket STMJ, 44 dus Tolak Angin Cair, 180 dus Kopi Ginseng, dan 565 dus mi instan.

Setiawan menyatakan saat ini bantuan dana yang masuk sekitar Rp 1,7 miliar. Dia selalu melaporkan penggunaan bantuan secara terbuka. Namun informasi soal dana yang dikeluarkan dan dari mana saja belum bisa diakses lewat jaringan internet karena website menajemen penanganan bencana sedang dibuat. Akses baru baru bisa secara manual.

''Kami bersikap terbuka. Setiap bantuan masuk dan keluar kami bukukan secara lengkap. Silakan jika ingin memantau atau mengaudit,'' katanya.

Dia mengemukakan sejauh ini belum ada lembaga audit atau lembaga swadaya masyarakat menyatakan ingin mengawasi penanganan bantuan. Kini muncul kesan bantuan belum disalurkan dan masih menumpuk di posko. Sebab, penyaluran disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pengungsi. Jika semua langsung disalurkan malah tak bermanfat, menumpuk di pengungsian atau ditimbun pengungsi.

''Saat ini pengungsi membutuhkan pangan, sandang, dan keperluan keseharian. Itu kami cukupi terus dalam beberapa hari sekali atau seminggu. Kami juga langsung menyalurkan kebutuhan bersifat mendadak,'' katanya.

Dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi, ujar dia, juga terus berlangsung. Hal itu sampai pengungsi menempati penampungan sementara yang direncanakan mulai Kamis (19/1).

Selama kebutuhan keseharian pengungsi dicukupi, PMI, Tim Satlak PBP, dan organisasi relawan akan menyiapkan proses rehabilitasi, khususnya penyiapan mental dan fisik. Langkah itu untuk mempersiapkan kemandirian pengungsi setelah relokasi permanen. ''Jadi pengungsi siap menghadapi kehidupan baru.'' (G22,mos-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA