| Selasa, 17 Januari 2006 | BANYUMAS |
Wisata, Memulihkan Anak dari Trauma''KAE manuke gede temen. Endoge sepira gedene ya (Burung itu besar sekali. Telurnya seberapa besar ya)?" Ucapan itu keluar dari mulut anak-anak Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, yang berkesempatan mengunjungi halaman belakang rumah dinas Bupati. Sedikitnya 93 anak Gunungraja berusia empat -15 tahun itu, Minggu (15/1), diajak berwisata ke beberapa objek wisata dan tempat penting di Banjarnegara. Misalnya, Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas (TRMS) Selomanik, alun-alaun kota, Masjid Agung, dan rumah dinas Bupati. Tak hanya bertatap muka dan mengobrol dengan Bupati Djasri, mereka juga diberi kesempatan jalan-jalan di halaman belakang rumah dinas. Di halaman cukup luas itu, anak-anak pucuk gunung tersebut heran melihat pemandangan yang baru sekali dalam hidup mereka temui. ''Umah koh latare amba banget ya, ana tamane maning (Rumah kok halamannya luas sekali ya. Ada tamannya lagi),'' ucap mereka. Mereka juga ceria dan lepas saat menikmati keasrian lingkungan rumah dinas dan burung merak dan kijang di taman. ''Kegiatan ini untuk memulihkan kembali mereka dari trauma psikologis setelah tanah longsor di Gunungraja. Supaya mereka tak bosan tinggal di pengungsian terus, kami membuat program bertajuk 'Wisata Aksi Ceria Sijeruk','' kata Harfi dari Children Center Muhammadiyah. Dia menuturkan selain berwisata, anak-anak mengikuti lomba menggambar dan tebak kata di alun-alun. Mereka juga diberi hadiah seusai bermain dan mengikuti lomba. Kegiatan yang merupakan kerja sama Children Center Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara itu direncanakan tak hanya berlangsung sekali. ''Kami masih mempunyai dua jadwal kegiatan serupa untuk mereka,'' ucap Harfi. Pendampingan untuk pemulihan mental anak-anak, kata dia, juga dilakukan selama mereka berada di pengungsian. Pengajian, bermain, dan olahraga ringan dilakukan di sekitar kompleks pengungsian di SDN Sijeruk. Dia berharap anak-anak segera pulih setelah mengalami tragedi yang tak pernah mereka bayangkan bakal terjadi. (M Syarif SW-53) |