logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Garuda GA 881

Saya yang naik Garuda GA 881 rute Narita Airport (Tokyo) - Ngurah Rai (Denpasar) awal bulan lalu menyayangkan beberapa hal. Pertama, saat boarding di Narita Airpot terlambat hampir 30 menit tanpa pemberitahuan jelas. Kedua, sebelum take off tidak diinformasikan prosedur penyelamatan standar. Seakan pesawat nyelonong langsung take off.

Bagi yang sering terbang mungkin tidak menjadi masalah, tetapi bagi yang kali pertama tentu kurang tahu prosedur tersebut. Masak kalah sama domestic flights yang bisa menerapkan dan memperagakan keselamatan penerbangan dengan baik sebelum take off.

Ketiga, saya menjumpai beberapa kursi pesawat telah rusak, sobek dan terlihat busanya. Terlebih lagi, di bagian bawah kursi ada kotak panel yang rusak dan copot sehingga kabel berhamburan keluar. Kebetulan waktu itu seats depan dan belakang kosong sehingga tahu terjadi kerusakan yang sama.

Belum pernah saya menemui hal serupa di penerbangan internasional semacam SQ, Emirates, MAS, KLM. Saya harapkan jangan sampai Garuda yang terlihat kokoh dan kuat dari luar ternyata compang-camping di dalamnya karena maintenance dan service yang kurang baik.

Kiranya manajemen dapat meningkatkan kualitas perawatannya, sehingga tidak ada kasus kecelakaan fatal gara-gara seutas kabel putus tersangkut kaki. Apalagi, international flight semacam GA 881 dan GA 880 yang melayani penerbangan Denpasar - Tokyo dipenuhi turis asing.

Garuda tidak masuk black list dan bisa bersaing dengan maskapai penerbangan internasional lainnya. Saran lain, pramugarinya kalau senyum yang tulus dong, jangan hanya senyum dan ramah saja sama penumpang orang asing.

Ketut Purwantoro
Jl Borobudur Utr Raya 35, Semarang

***

Cara Membuat Jera Pencuri Hp

Sering terdengar berita pencurian Hp misal di mal, tempat kos bahkan di rumah sekali pun. Pemiliknya tak berdaya begitu tahu barangnya hilang. Namun ada cara untuk membuat jera para pencuri/pencopet yaitu dengan me-nonaktifkan Hp.

Caranya, setiap Hp memiliki 15 digit serial number yang unik, artinya tidak mungkin sama satu dengan lainnya. Silakan catat nomornya dan pertama, tekan *#0 6 #. Kedua, tekan tanda panah (arrow) atau OK dan terlihat pada layar akan tampil 15 digit kode. Catat nomor tersebut dan simpan di tempat aman.

Bila Hp hilang dicuri/dicopet segera hubungi operator dan beritahukan kode tersebut. Operator akan melakukan blocking sehingga tidak dapat digunakan sama sekali walau kartunya diganti, karena yang di-block adalah Hp-nya, bukan nomor panggilnya.

Memang, kemungkinan besar barang tidak akan kembali. Namun paling tidak, penjahat juga tidak dapat menggunakan atau menikmati hasil curian tersebut. Kalau semua Hp hasil curian tak dapat berfungsi, maka diharapkan tren pencuriannya nggak mode lagi.

Dwi Retno Lukiwati
Wisma Undip Jl Kagok II/5, Semarang

***

Perhatian Pemerintah terhadap Petani

Saya menyikapi perhatian pemerintah kepada kelompok petani kecil yang bila dibandingkan dengan guru laksana langit dengan bumi. Guru senantiasa dipikirkan terus, sementara petani hanya dianggap rumput tiada berarti yang dapat begitu saja diinjak.

Guru dianggap komponen paling penting karena semua aspek kehidupan pernah mengalami jasa guru, sehingga manusia lupa dari mana dapat makan. Rupanya pendidikan lebih penting dari makan.

Sebagai orang awam, saya menilai ada beberapa perbedaan antara guru dengan petani:

- Petani, kelompok orang-orang yang kehidupannya dipinggirkan dan terjepit oleh ngisor-ndhuwur. Sedang guru, orang yang bermartabat tinggi dan dihormati. Adalah bohong bila ada pendapat guru dipinggirkan.

- Petani hidupnya selalu tidak kepenak, tidur di atas balai-balai lincak, jalan beralas bakiyak, apalagi kini harga pupuk mencekik telak. Sedang guru kerjanya enak, gajinya banyak, kendaraannya empuk, rumahnya bagus berdiri tegak, kesejahteraannya di atas rata-rata hidup layak.

- Sehabis panen, petani ikhlas zakat dan infak demi tabungan akhirat kelak, sedang guru sehabis gajian berdemo bila dipotong untuk zakat atau infak. Orang yang suka menulis, baik ahli pendidikan, pengurus PGRI, guru, bahkan wartawan termasuk orang rakus dan tidak pernah mau bersyukur terhadap karunia Allah SWT.

Istilah antik yang sering digunakan para guru seperti: Oemar Bakri, pangkat jendral gaji kopral, guru dimarjinalkan, makin menambah keyakinan bahwa guru memang bukan lagi sebagai panutan. Setelah berlakunya UU Guru dan Dosen, saya usul agar julukan guru sebagai ''pahlawan tanpa tanda jasa'' dalam hymne guru dicabut.

Alasannya dengan berlakunya UU tersebut, guru akan selalu tersenyum karena gajinya besar. Sementara peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik masih perlu dipertanyakan. Kepada pemerintah, saya berharap hati-hati terhadap penerapan UU ini.

Nuryahati
Banjarsari Rt 1/Rw 4 Gombong, Kebumen

***

Kesejahteraan PNS

Akhir-akhir ini kesejahteraan guru mendapat perhatian pemerintah dengan disahkan UU Guru dan Dosen. Masyarakat menyambut baik, meski ada yang bernada miring. Menurut saya, langkah pemerintah bijaksana agar suasananya makin kondusif.

Bicara tentang kesejahteraan, terutama terkait gaji sebenarnya berlaku umum untuk PNS, sebab dasar penggajian juga sama. Cukup atau tidak cukup gaji yang diterima, masing-masing punya alasan sendiri. Di sinilah beda cara masing-masing orang menyikapinya, karena juga berbeda cara pandangnya.

Bicara kesejahteraan PNS dalam arti luas, memang masih jauh dari harapan. Ukurannya tidak hanya gaji, tetapi bentuk perhatian, kemudahan dan kesempatan serta fasilitas lain yang selama ini belum merata. Itulah sebabnya meski sulit, pemerintah secara bertahap meningkatkan tunjangan fungsional di beberapa jabatan fungsional PNS yang lain.

Karena itu sebaiknya tak ada lagi aksi atau demo menuntut perbaikan kesejahteraan PNS, sebab lambat atau cepat pemerintah akan memperhatikan secara keseluruhan. Tuntutan yang tidak melihat keadaan lain justru akan membuahkan kesan ''rumangsa bisa'' tetapi tidak ''bisa ru-mangsa''.

Kesatuan PNS ibarat tubuh. Semua organ tubuh punya tugas dan fungsi berbeda, tetapi manfaatnya saling dirasakan. Tidak ada yang merasa paling berjasa atau saling iri, karena semua unsur organ tubuh adalah bagian yang utuh dari kesatuan fisik dan psikis.

Demikian juga PNS meski berbeda profesi, berbeda kekaryaan, berbeda jabatan, pangkat atau kedudukan, tetapi ada kesamaan dalam memikul beban risiko dan tanggung jawabnya. PNS sama-sama aparat pemerintah dan aparatur negara, sehingga keberadaannya semua sama pentingnya.

Bicara mencerdaskan bangsa mutlak harus dilakukan. Tetapi tugas itu bukan monopoli guru dan dosen, tugas kita semua karena pendidikan sangat dimensional. Pendidikan tidak hanya terbatas dalam ruang dan waktu di sekolah, tetapi juga di luar. Cakupannya sangat luas.

Mana yang berperan lebih dulu, rasanya agak sulit dijawab, sesulit menjawab pertanyaan antara ayam dan telur. Ayam dulu baru ada telur atau telur dulu baru ada ayam. Semoga menjadi renungan komponen PNS.

Drs Darmadi
Jl Rasamala Tmr II/152, Semarang

***

Askes di RS Dr Kariadi

Saya ucapkan terima kasih kepada dokter Ikwandi dan dokter Okke serta perawat yang melayani selama saya berobat di RS Dr Kariadi Semarang Saya menerima rujukan dari RSU Ambarawa untuk memeriksakan luka kecil di kulit di tangan kanan saya ke RS Dr Kariadi.

Sudah menghabiskan bermacam obat tapi belum kelihatan hasilnya. Kemudian dioperasi untuk mendeteksi penyakitnya sampai 3 kali tetapi belum juga teridentifikasi hingga dinyatakan sebagai "kasus". Operasi keempat dilakukan dan luka diangkat. Saya opname selama 8 hari dan dilayani kedua dokter tersebut dengan sangat baik dan perhatian.

Selama pengobatan saya menggunakan Askes sehingga merasa ringan. Kalau dulu Askes dirasakan seperti anak tiri, tetapi sekarang tidak.

IG Ratiban
Jl Gemawang 47 Jambu, Ambarawa


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA