| Sabtu, 14 Januari 2006 | NASIONAL |
Laporan Korupsi Merebak Jelang Pilkada
SEMARANG - Menjelang pilkada tahun ini di beberapa kabupaten/kota, merebak laporan kasus korupsi yang masuk ke Polda Jateng. Biasanya, pejabat yang akan mencalonkan lagi menjadi pihak yang dituduh melakukan penyimpangan tersebut. "Polisi tidak main brak-brek sembarangan dalam menangani kasus semacam itu. Kalau ada laporan, pihak pelapor pasti diklarifikasi terlebih dahulu. Kalau sudah jelas ada bukti-bukti kuat, kami tindak lanjuti dengan koordinasi bersama pihak terkait. Penyelidikan bisa melibatkan Bawasda atau BPKP," kata Kapolda Irjen Pol Dody Sumantyawan, kemarin. Ia mengatakan hal itu saat menerima silaturahmi Pengurus PWI Jateng periode 2005-2009 di ruang kerjanya. Dalam acara anjangsana silaturahmi itu, pengurus PWI dipimpin ketuanya, H Sasongko Tedjo. Ia didampingi Ketua Dewan Kehormatan Daerah Sutjipto dan para pengurus, sedangkan Kapolda didampingi Kabag Humas Kombes Imam Yadi Suhartono. Menurut Kapolda, laporan kasus korupsi tersebut pada umumnya ditujukan kepada pejabat yang akan mencalonkan diri lagi dalam pilkada. "Asal ada bukti dan pelapornya bertanggung jawab, pasti kami tindaklanjuti. Sebab setelah diselidiki, ternyata tidak sedikit yang fitnah dan sekadar menjelekkan pribadi atau kelompok lain karena kepentingan tertentu," katanya. Kapolda juga belum bisa memastikan, apakah ada korelasi antara pelaksanaan pilkada dan laporan kasus korupsi tersebut. (fzm-29n) | ||||