logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 NASIONAL
Line

Tertimbun Longsor, Bayi Selamat


BERSIHKAN LUMPUR: Sejumlah personel Banteng Raiders (BR) Yonif 400 sedang membersihkan lumpur dari jalan dan rumah milik warga Perumahan Srondol Asri Blok B2 Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Semarang, akibat terkena longsor Jumat (13/1) sore. (57n) SM/Budi Winarto

SEMARANG - Seorang bayi berusia enam bulan selamat dari timbunan longsor dan terjangan banjir akibat jebolnya tembok depan rumahnya di Blok B2, RT 1 RW 4, Perumahan Srondol Asri, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyuma-nik. Bayi bernama Ferdinan Maulana itu selamat setelah diangkat dengan kedua tangan oleh seorang pembantu yang merawatnya. Ferdinan adalah anak pertama keluarga Anggar Wahyudi (30).

Di perumahan yang berlokasi tepat di belakang markas Banteng Raiders (BR) Srondol itu ada tiga rumah yang terkena musibah serupa. Selain rumah Anggar, rumah milik Irsa Udin (Blok B3) dan Roni Rahardian (Blok B4) juga mengalami sejumlah kerusakan. Dari ketiga rumah itu, rumah Anggar yang mengalami kerusakan paling parah. Di rumah itu, air disertai lumpur masuk ke dalam rumah hingga setinggi 1,5 meter. Pasalnya, letak rumah itu jauh lebih rendah dari sruktur jalan. Dalam bencana longsor tersebut tidak ada korban jiwa.

Kejadian pukul 14.00 itu, tutur Anggar, akibat jebolnya tembok pembatas perumahan dengan markas BR. Di belakang tembok tersebut terdapat saluran air kecil yang tak sebanding dengan volume air yang tertampung jika hujan turun dengan lebat. Terlebih, tembok yang menjadi penahan tanggul terlihat tidak cukup kokoh lantaran tak dilengkapi dengan besi kolom. Akibatnya, tembok setinggi lima meter itu jebol selebar 24 meter dan luapan air serta lumpur menerjang rumah warga.

Anggar mengungkapkan, saat kejadian di rumah yang sudah dua tahun dia diami itu hanya terdapat anak dan seorang pembantunya. Dia dan istrinya saat itu sedang berada di tempat kerja. Menurut penuturannya, setelah terdengar suara tembok runtuh, pembantunya serta-merta mengangkat Ferdinan ke pagar halaman rumah. Namun karena kondisi jalan depan rumah tertimbun longsor, pembantunya mengangkat tubuh bayi itu tinggi-tinggi agar tak sampai terkena lumpur ataupun luapan air dari saluran.

"Dengan susah payah pembantu saya berteriak minta tolong sebelum dapat menyeberang ke pos satpam dekat rumah," ungkap Anggar yang menderita kerugian materiil berupa beberapa barang elektronik, seperti lemari es, komputer, kamera SLR digital, pesawat televisi, dan perabot rumah tangga. Kerugian materi juga diderita Irsa dan Roni. "Kami belum bisa mendata berapa total kerugian," ujar Irsa.

Secara terpisah, Ketua RT 1 RW 4 Gugut Sularto menuturkan, di wilayahnya kejadian serupa sudah terjadi kali kedua. Dia menduga, hal tersebut akibat pengembang dalam perencanaan awal pembangunan kurang memperhatikan lebar saluran air. (fzm, H13-29j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA