| Sabtu, 14 Januari 2006 | NASIONAL |
Jalur melalui Sijeruk Terancam PutusSEMARANG - Jalur provinsi penghubung Banjarnegara dan Pekalongan yang melalui Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, lokasi longsor di Banjarnegara, terancam putus. Hal itu akan berakibat tertutupnya akses ke lokasi bencana dan lalu lintas antardaerah. ''Bila jalur ini putus, upaya relokasi dan rehabilitasi lokasi bencana tentu akan makin sulit karena tidak bisa terjangkau,'' ungkap Moh Endro Suyitno, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah tentang Kunjungan Komisi D ke Desa Sijeruk, Rabu-Kamis (11-12/1) lalu. Jembatan yang melewati Desa Sijeruk tersebut, jelas dia, menghubungkan Kecamatan Banjarmangu dan Kecamatan Karangkobar di Banjarnegara hingga ke Kajen, Pekalongan karena jalan provinsi tersebut terhitung ramai. Seperti lokasi bencana, jembatan tersebut riskan terhadap pergeseran lapisan bebatuan di bawahnya. Itu sebabnya, jembatan tersebut diusulkan untuk dipasangi tiang-tiang pancang. Jalan yang rusak itu terletak sekitar lima kilometer dari Sijeruk yang juga merupakan pintu masuk ke desa tersebut. Kondisi Sijeruk sendiri, jelas dia, cukup mengenaskan. Pasalnya, sekitar 700 meter dari lokasi bencana terdapat hutan gundul. Untuk mengatasi ancaman jembatan ambrol tersebut, Dewan dan Dinas Bina Marga Jateng telah melakukan koordinasi. Selain pemasangan tiang penyangga, ada beronjong-beronjong batu untuk penahan. Secara keseluruhan, dana yang akan dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar yang terdiri atas biaya pembangunan jembatan Rp 1 miliar dan biaya perbaikan jalan Rp 1 miliar. Kendati belum dibahas secara khusus, dana alokasi akan diambil dari dana instruksi gubernur (ingub). Dengan demikian, rehabilitasi di lokasi tersebut tidak akan terhenti. Sejumlah fasilitas yang mendesak dibangun adalah jalan, jembatan, akses jalan ke daerah relokasi, fasilitas air, dan instalasi listrik. (H12-29n) |