| Sabtu, 14 Januari 2006 | NASIONAL |
Saudi-Jamaah Saling Salahkan
MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi kemarin menyalahkan jamaah haji karena tidak mematuhi aturan sebagai penyebab tragedi pelemparan jumrah Kamis lalu. Sedangkan banyak muslim mengatakan jika pengamanan lebih baik, insiden itu bisa dihindari. Jamaah haji terinjak-injak saat melakukan pelemparan jumrah di Jembatan Jamarat, Mina, Kamis lalu. Jumlah korban meninggal dalam musibah itu mencapai 362 orang, kemarin. Di mata umat Islam, legitimasi Pemerintah Saudi bergantung pada kemampuannya menjadi tuan rumah bagi sekitar tiga juta jamaah haji dari berbagai negara setiap tahunnya. ''Arab Saudi telah melakukan segala upaya,'' kata mufti agung Syekh Abdulaziz al-Syekh kepada televisi pemerintah. Dia menuduh jamaah tidak mematuhi aturan. Pangeran Sultan bin Abdul-Aziz juga menyalahkan jamaah haji karena melanggar aturan dan mengabaikan anjuran untuk melakukan pelemparan jumrah yang aman. Ketidakpatuhan itu telah menyebabkan tragedi yang menyedihkan. ''Tragedi itu sungguh menyakitkan bagi kita. Begitu banyak orang meninggal. Namun kami perlu menyatakan bahwa aparat keamanan telah mencegah tragedi itu menjadi lebih buruk lagi. Aparat telah menyelamatkan banyak orang,'' demikian pernyataan Menteri Dalam Negeri Pangeran Nayef bin Abdul-Aziz, seperti dikutip kantor berita resmi SPA. Korban Mungkin Bertambah Juru bicara Kementerian Kesehatan Khaled al-Mirghalani menyatakan, jumlah korban meninggal mencapai 362 orang. Kamis lalu, kementerian itu mengumumkan jumlah korban jiwa 345 orang. Dia mengatakan, 45 orang masih dirawat di rumah sakit, tetapi mereka hanya cedera ringan. Para korban meninggal itu mencakup jamaah haji asal Arab Saudi, Mesir, Yaman, India, Turki, Indonesia, dan Uni Emirat Arab. Pemerintah India mengatakan, sedikitnya 27 warganya meninggal dalam insiden itu. Dua jamaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dalam tragedi Jamarat itu. Pakistan mengatakan, sejauh ini 36 warganya menemui ajal dalam musibah itu. ''Jumlah korban kemungkinan bertambah, karena ada banyak jenazah rusak dan telah dimasukkan ke dalam ruang pendingin,'' kata Menteri Urusan Agama Pakistan Mohammad Ejaz ul Haq. Ulama senior Syekh Saud as-Shuraim mengatakan kepada ribuan jamaah shalat Jumat di Makkah bahwa jumlah korban meninggal itu ''tidak besar'' jika dibandingkan dengan jumlah jamaah haji yang datang. ''Namun kejadian seperti itu menunjukkan bahwa jamaah haji harus mengetahui aturan dan melaksanakannya,'' tambah dia. Banyak orang ingin melempar jumrah pada waktu afdal, yang disebut ba'da zawwal. Waktu afdal itu adalah sesudah shalat zuhur sampai menjelang matahari terbenam. Akibat Ketidakmampuan Namun sebagian jamaah mengatakan, pihak berwenang Saudi tidak mampu memberlakukan aturan mereka sendiri dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ketidakmampuan itulah yang menyebabkan insiden terinjak-injak saat melempar jumrah terulang kembali. Pada 2004, sekitar 250 jamaah terinjak hingga meninggal di Jembatan Jamarat. Sepuluh tahun sebelumnya, 270 orang tewas dalam insiden serupa. Jumlah korban insiden Kamis lalu merupakan yang terbanyak sejak 1.426 orang tewas dalam desak-desakan di sebuah terowongan di Makkah tahun 1990. ''Tahun ini, pasukan keamanan tampaknya lebih banyak namun mereka tidak diorganisasi dengan baik dan tidak punya rencana,'' kata Jihad (28) dari Mesir. Para saksi mata juga menuturkan tragedi itu terjadi saat para jamaah yang memasuki dan meninggalkan jamarat berpapasan. Mereka mengabaikan instruksi-instruksi di papan pengumuman besar, pengeras suara, dan selebaran tentang cara melakukan ritual itu. ''Mengapa hal itu bisa terjadi, merupakan pertanyaan yang harus dijawab,'' tulis kolomnis Raqiya Shabib di harian Saudi Al-Hayat. ''Agar insiden ini tidak terulang lagi, pihak panitia harus memikirkan lagi daerah jamarat.'' Prosesi haji selama lima hari merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap muslim yang mampu, paling tidak sekali seumur hidup. Para pejabat mengatakan, sekitar 300.000 muslim yang kini tinggal di Arab Saudi masuk ke daerah Makkah untuk bergabung dengan sekitar dua juta jamaah yang sedang melakukan ibadah haji. Haji tahun ini diwarnai dengan ambruknya sebuah hostel di Makkah yang menewaskan 76 orang pekan lalu.(rtr-ben-niek-26) | ||||