logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

PDAM Data Ulang Pelanggannya

PURWOREJO- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Purworejo berencana mendata ulang identitas pelanggannya. Pendataan itu antara lain untuk membuat pengelompokan kelas pelanggan.

Plt Direktur PDAM Subandi SE menuturkan, rencananya pendataan pelanggan dilakukan sejak 16 Januari-15 Februari mendatang. Pendataan ulang itu untuk mengoptimalisasi nilai penjualan. Dia menyebutkan, selama ini pelanggan hanya dikelompokkan dalam golongan rumah tangga, sosial, kantor, niaga, dan industri.

Melalui pendataan ulang tersebut, seluruh pelanggan rumah tangga akan didata berdasarkan parameter tingkat sosial dan ekonomi pelanggan. Dari situ akan dikelompokkan jenis pelanggan berpenghasilan rendah, menengah, dan pelanggan yang berpenghasilan tinggi. Kriteria berpenghasilan rendah apabila pendapatannya sampai dengan Rp 750.000/bulan.

Kriteria golongan pelanggan menengah antara lain berpenghasilan Rp 751.000-Rp Rp 2 juta/bulan. Sementara, golongan pelanggan berpenghasilan tinggi pendapatannya lebih dari Rp 2 juta/bulan. Rencananya, kata Subandi, hasil dari pendataan tersebut dijadikan dasar penyesuaian tarif baru.

Dia menyebutkan, PDAM merupakan perusahaan sosial oriented, bukan bisnis murni. Dengan demikian, sistem tarifnya menggunakan prinsip subsidi silang. Harapannya pelanggan yang berekonomi mampu akan membantu pelanggan yang kurang mampu. Sementara, pelanggan kurang mampu tetap dapat membayar rekening dan memenuhi kebutuhan dasar air, serta PDAM masih mampu menutupi biaya-biaya usaha yang diperlukan.

Saat ini, papar Subandi, biaya produksi air bersih di perusahaan yang dipimpinnya Rp 1.600/m3. Sementara, tarif dasar yang diberlakukan saat ini untuk pelanggan rumah tangga Rp 725/m3, pelanggan sosial Rp 590/m3, bisnis Rp 1.820/m3, dan pelanggan kantor Rp 1.095/m3. ''Kalau air kami jual Rp 1.600/m3 kan tidak mungkin. Maka dipakai sistem subsidi silang,'' tandasnya.

Dia menambahkan, pendataan ulang sengaja akan dikonsentrasikan ke golongan pelanggan rumah tangga. Dengan pertimbangan karena saat ini kontribusi pendapatan tertinggi dari golongan rumah tangga yakni 60,63% dari total penjualan air kepada pelanggan 77,32%. Adapun jumlah seluruh konsumen di kota tersebut 14.347 pelanggan.

Berkenaan dengan itu, dia mengharap para pelanggan untuk memberikan data yang benar, saat didatangi petugas pendata. Rencananya pendataan ulang itu melibatkan sebuah LSM lokal. Cara pendataannya, selain wawancara juga diminta mengisi daftar pertanyaan.(yon-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA