logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

Jalan Lintas Selatan

Pemasangan Patok DMJ Dua Bulan

KEBUMEN- Dinas Kimprasda Kebumen bersama Bina Marga Provinsi Jateng, mulai Januari sampai akhir Februari atau dua bulan ini akan memasang patok-patok daerah milik jalan (DMJ) selebar 24 meter di jalan lintas selatan (JLS) sepanjang 55 km.

Plt Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Daerah (Kimprasda) Ir Suhartomo MT mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan sosialisasi JLS bagi warga yang bakal terkena proyek, dari Kecamatan Ayah ke timur sampai Kecamatan Mirit.

Menurut dia, kepada masyarakat yang terkena proyek jalan negara di Pantai Selatan itu ditegaskan jalur JLS positif menggunakan jalur Jalan Diponegoro atau yang lebih dekat ke pantai. Artinya, polemik soal rute jalan apakah melalui Jalan Diponegoro atau Jalan Daendels sudah selesai.

Langkah berikutnya, setelah terpasang patok DMJ, Tim Sembilan segera melakukan sosialisasi untuk negosiasi harga tanah. Namun, harus didahului inventarisasi warga yang terkena proyek. Inventarisasi tanah, bangunan, dan tanaman itu dijadwalkan Januari sampai Maret.

Kepala Dinas Kimprasda menyatakan selesai inventarisasi dilanjutkan dengan pengumuman hasil inventarisasi di balai desa setemat. Pengumuman tersebut dipasang satu bulan sekaligus menunggu adanya keberatan dari masyarakat.

''Setelah inventarisasi dan hasilnya dipasang melalui pengumuman, baru dilanjutkan negosiasi harga oleh Tim Sembilan bisa dilakukan,'' papar Suhartomo.

APBD Tertunda

Menyinggung tertundanya pembahasan RAPBD 2006, Suhartomo mengakui, hal itu bisa berdampak. Sebab, bila pembahasan RAPBD molor, otomatis dana untuk pembebasan tanah JLS ikut tertunda. ''Namun, kami berharap penundaan pengerahan APBD tidak lebih dari satu bulan,'' ucap Suhartomo.

Di sisi lain, dalam APBD 2005 telah disediakan dana untuk pembebasan tanah sampai Rp 5 miliar. Namun, dana tersebut belum terserap. Pada 2006 ini dalam RAPBD semula dialokasikan dana untuk pembebasan tanah JLS Rp 20 miliar dan setelah ada tambahan dana alokasi umum (DAU) ditambah lagi Rp 14.251.157.000 menjadi sekitar Rp 34 miliar.

Sementara itu, sejumlah warga Kebumen mengharapkan pembangunan JLS di sepanjang Pantai Selatan segera terealisasi. Sebab, jalan tersebut bisa mengurangi kepadatan jalur utama Kebumen-Yogyakarta pada saat Lebaran atau hari libur.

Warga juga mendesak, sebelum JLS dibangun hendaknya jalan yang ada di sepanjang jalur Daendels dari Mirit sampai Puring segera diperbaiki. Sebab, belakangan ini makin banyak angkutan lewat jalan di Kebumen selatan, terutama menuju Yogyakarta dan sebaliknya.

Sugeng Budiawan, pengusaha di Gombong yang kerap melalui jalan tersebut mengeluh. Sebab, setiap sampai di daerah Kebemun, jalan berlubang dan banyak yang rusak serta tidak rata.

''Dari arah Yogya enak dan mulus bisa tidur. Namun sampai daerah kita langsung terbangun, karena jalan jelek dan berlubang,'' tukas Sugeng, sembari mengharap perbaikan jalan rusak tersebut segera dilakukan.(B3-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA