logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

Lereng Terjal Pemicu Tanah Longsor

YOGYAKARTA - Berdasarkan material longsoran yang dijumpai di Dusun Gunungraja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara, menurut Ketua Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM Yogyakarta, Dr Ir Dwikorita Karnawati MSc, dipicu oleh lereng yang terjal dan batuan yang lapuk dengan ketebalan tanah empat meter.

Selain itu juga terdapat rekahan-rekahan tanah yang sebenarnya merupakan gejala gerakan tanah, serta hujan lebat yang berlangsung lama. ''Air hujan yang meresap ke dalam tanah melalui retakan-retakan pada batuan menyebabkan penurunan daya kohesi tanah pada lereng, sehingga memicu longsoran,'' jelasnya.

Hal itu dikatakan Dwikorita, Jumat (13/1), setelah melakukan pengamatan di lokasi terjadinya tanah longsor di Banjarnegara tersebut.

Menurut Ketua Jurusan Teknik Geologi UGM itu, hutan pada bagian mahkota dan sekitar area longsor masih bagus, sehingga sementara ditafsirkan perubahan penggunaan lahan di bagian bawah lereng gunung tidak berperan secara signifikan terhadap longsoran tersebut.

Tanah lonsor itu terjadi pada dua titik berbeda. Pertama terjadi pada pukul 03.00 di bagian atas lereng gunung pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut dengan arah longsoran ke tenggara. Longsoran tersebut tidak mencapai bagian bawah lereng karena tertahan oleh tanggul alur air di bawahnya yang kemudian menjadi titik longsor kedua.

''Akibat hujan yang terus-menerus, materi longsoran bertambah dan beban onggokan longsoran juga bertambah, sehingga pada pukul 05.00 terjadilah longsoran kedua ke arah timur, searah alur air yang ada serta menggerus batuan yang dilaluinya,'' ujarnya.

Dikatakan, material longsoran yang berat itu membentur dan memberikan tekanan yang besar pada tebing lereng gunung di sebelah timur, sehingga tebing tersebut ikut longsor dan membelokkan arah longsoran ke tenggara yang lebih rendah menuju Dusun Gunungraja.

Tekanan yang besar pada tebing barat mengakibatkan pembentukan tujuh rekahan sejajar berarah barat-timur di atas tebing yang longsor di Dusun Gunungraja. Akibat rekahan-rekahan tersebut, badan jalan di daerah itu ambles sekitar 0,5 meter dan lumpur yang mencapai Dusun Gunungraja mencapai ketebalan hingga 5 meter.

Dwikorita menyarankan, karena puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung sampai bulan Februari 2006, diharapkan di samping melakukan kegiatan tanggap darurat dan rehabilitasi di daerah bencana longsor, Pemda segera melakukan langkah pencegahan di sekitar Gunung Pawinihan dan tebing-tebing terjal yang ada.

''Pemantauan untuk pencegahan diutamakan pada gejala longsor di atas permukiman, meningkatkan kewaspadaan warga yang bermukim di kaki Gunung Pawinihan ataupun tebing terjal yang lain,'' imbuhnya. (P12-16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA