logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

60 Kali Tanah Longsor di Wonosobo

WONOSOBO - Bencana tanah longsor merupakan musibah yang paling sering terjadi di Kabupaten Wonosobo. Selama 2005, kejadian tanah longsor tercatat 60 kali. Penyebab utama musibah tersebut, adalah guyuran hujan deras terus menerus maupun kondisi tanah yang labil.

Bupati, Drs HA Kholiq Arif, dalam acara "Halo Bupati" di sebuah radio swasta di kota pegunungan itu kemarin mengatakan, selain musibah tanah longsor, pada tahun yang sama, juga terjadi kebakaran sebanyak 31 kali, angin ribut lima kali, dan banjir tiga kali.

Musibah kebakaran, sebagian besar disebabkan oleh api tungku dapur, sebagian lain karena arus pendek listrik. Adapu angin ribut, umumnya terjadi bersamaan dengan hujan deras. Lokasi yang rawan angin ribut adalah desa-desa di kawasan Gunung Sumbing, wilayah Kecamatan Kertek dan Kalikajar.

Kholiq menyebut, daerah yang rawan tanah longsor meliputi Kecamatan Mojotengah, Sapuran, Garung, Watumalang, Kertek, Kaliwiro, dan Kecamatan Wadaslintang.

Kerugian yang ditimbulkan dari berbagai bencana itu mencapai Rp 5,9 miliar, terdiri atas kerugian kerusakan jalan dan jembatan Rp 718,6 juta, kerugian sumber daya air/irigasi Rp 2,5 miliar, dan kerugian bidang perumahan/pemukiman Rp 2,7 miliar.

Sehubungan dengan itu, katanya, Pemkab mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) di kecamatan/desa. Melaksanakan kegiatan tanggap cepat dan melapor secara cepat.

Di samping itu, juga penanganan langsung berupa peninjauan lokasi kejadian; menggerakkan gotong royong untuk mengamankan dan membenahi lokasi, memberikan dorongan moral kepada keluarga korban musibah, dan menyalurkan bantuan maupun obat-obatan.

Selai itu, membantu relokasi/rehabilitasi, serta menyediakan alat berat maupun moil pemadam kebakaran guna membantu proses penanganan bencana.(P55-16a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA