| Sabtu, 14 Januari 2006 | EKONOMI |
sekilas ekonomiPertamina Terbitkan ObligasiJAKARTA-Meski sempat tertunda beberapa kali, PT Pertamina (Persero) memperkirakan penerbitan obligasi valas akan dilakukan pada September 2006. Dari hasil emisi obligasi ini, Pertamina akan mendapatkan dana minimal 500 juta dolar AS. Obligasi ini akan ditawarkan melalui pasar internasional. Direktur Keuangan Pertamina, Alfred Rohimone mengatakan hal itu di kantor Pertamina, Jalan Perwira Jakarta Jumat (13/1). Dana hasil emisi obligasi akan digunakan Pertamina baik untuk kepentingan di sektor hulu maupun hilir. "Dana itu termasuk buat Cepu juga," katanya. Menurut Alfred, rencana penerbitan obligasi itu masih menunggu audit yang dilakukan Ernst & Young (E&Y) untuk laporan keuangan tahun 2003, 2004 dan 2005. "Audit tahun 2004 selesai Mei, audit 2005 selesai Juli, tunggu semuanya selesai termasuk rating-nya," ungkapnya. Untuk tahun 2006, Pertamina menganggarkan biaya modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 8 triliun. Sedangkan dana untuk rencana eksplorasi sekitar Rp 400 miliar. "Dana capex ini lebih tinggi sedikit dari tahun sebelumnya." (dtc-33) Kilang Balongan Distop 20 Hari JAKARTA-Kilang Balongan lagi-lagi akan mengalami perbaikan dan harus dimatikan pada pertengahan Februari 2006. Rencananya, perbaikan Kilang milik Pertamina itu memakan waktu 20 hari. "Shut down itu untuk pergantian katalis cooler," kata Direktur Pengolahan Pertamina Seoroso kepada wartawan usai Salat Jumat di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (13/1). Perbaikan kilang ini akan mengurangi kapasitas produksi sebanyak 50 persen. Saat ini, kilang Balongan dapat memroduksi minyak sebanyak 125 ribu barel per hari. Untuk menutup kekurangan produksinya, Pertamina akan tetap impor BBM hingga bulan Maret mendatang. "Tapi bulan depan impornya masih normal, seperti bulan-bulan sebelumnya," tegasnya. Namun Soeroso menegaskan, perbaikan kali ini normal dengan kapasitas produksi yang sama. "Kami belum menambah kapasitas. Dan perbaikan bukan dalam rangka itu," tandasnya. (dtc-33) SEC Akan Investigasi IBM JAKARTA-Badan Pengawas Pasar Modal AS atau Securities Exchange Committee (SEC) akan melakukan investigasi terhadap International Business Machines (IBM) Corp. Investigasi ini terkait laporan keuangan kuartal I-2005 dan skema opsi sahamnya. Langkah itu memberi hak bagi SEC untuk melihat email internal IBM, dokumen dan mewawancarai pejabat IBM. Investigasi itu akan difokuskan pada bagaimana perhitungan IBM atas opsi saham di dalam laporan keuangan kuartal I-2005 lalu. Pada saat yang bersamaan, IBM mengatakan opsi saham memangkas pendapatan IBM hingga 10 sen per saham. Namun analis memperkirakan angkanya mencapai 14 sen per saham, sesuai gambaran yang diberikan CEO IBM Mark Loughridge dalam grafik yang diberikan dalam sebuah konferensi pers pada 5 April. Ia mengindikasikan angka pada kuartal I-2005 akan sama dengan hasil sebelumnya. Laba IBM pada kuartal I meleset sekitar 6 sen per saham. Beberapa analis mengeluhkan IBM telah menuntun mereka untuk percaya opsi-opsi biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. Juru bicara IBM Ed Barbini menolak tuduhan tersebut. Namun ia menyatakan, IBM berjanji akan bersikap kooperatif terhadap investigasi SEC tersebut. Saham IBM sendiri langsung melorot setelah berita investigasi tersebut. Saham IBM turun hingga 60 sen menjadi 83,57 dolar AS di akhir perdagangan Kamis (12/1) di Bursa Saham New York. (dtc-33) Volkswagen Tolak Proton Malaysia JAKARTA-Volkswagen (VW) akhirnya secara tegas menyatakan penolakannya untuk masuk ke perusahaan otomotif Malaysia, Proton. Menurut VW, ada ketidaksepahaman ide antara pihaknya dengan pemerintah Malaysia selaku pemilik saham Proton. Penegasan itu disampaikan Chief Executive VW Bernd Pischetsrieder kepada analis otomotif di Michigan Jumat (13/1). "Ketika sampai pada Proton di Malaysia, kami memiliki ide sangat spesifik tentang bagaimana kami ingin menjalankannya. Tapi sayang pemerintah Malaysia, Khazanah, dan Proton memiliki ide berbeda," ujarnya. Atas alasan itulah, kata dia VW memilih menghentikan rencananya membeli Proton. Mengenai spekulasi VW akan kembali menjalin kerja sama dengan Proton, Pischetsrieder mengatakan, kemungkinan kerja sama akan terbatas. "Apa yang kami selidiki sekarang tentang beberapa proyek yang terbatas, yang bisa kita support untuk Proton. Dan saya akan menegaskan lagi dengan kalimat yang lebih tepat, yakni men-support Proton, bukan menjalin program bersama atau joint ventures atau sejenisnya," tegasnya. BUMN Malaysia, Khazanah, saat ini memiliki 38 persen saham Proton. Usai penolakan VW, saham Proton langsung anjlok 0,75 ringgit atau 11,8 persen menjadi 5,6 ringgit. Juru bicara Proton Yusri Yusuf menyatakan pihaknya akan terus berusaha mendekati VW. "Kami belum menerima respons apa pun dari VW. Kami sedang menunggu respons dari seorang pejabat," katanya. (dtc-33) |