logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 EKONOMI
Line

RI Minta Jepang Tetap Terapkan Bunga Lama

JAKARTA-Pemerintah Indonesia masih mengharapkan pinjaman yang diberikan Jepang tetap menerapkan tingkat suku bunga lama sebesar 1,3 persen per tahun. Sementara Jepang telah menyatakan menaikkan tingkat suku bunga pinjamannya dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen per tahun.

"Ya harapan kami masih yang lama. Nanti akan dilihat. Kami inginkan yang terbaik," kata Menko Perekonomian Boediono di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/1).

Saat ini, ungkap dia pemerintah sedang dalam proses negosiasi dengan pihak Jepang. Boediono berharap masalah suku bunga ini dapat diselesaikan sebelum pertemuan Consultative Group on Indonesia (CGI) pada bulan Maret.

Pinjaman Termurah

Senada dengan Boediono, Ketua Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerjasama Internasional (Bapeki) Anggito Abimanyu mengatakan, pemerintah Indonesia akan berusaha mencari pinjaman yang termurah. "Kami lihat kebutuhan cash management. Kami akan cari financing yang paling murah," ujarnya.

Dijelaskan, untuk suku bunga pinjaman memang bermacam-macam, mulai dari yang fixed sampai floating. Namun untuk tingkat suku bunga pinjaman Jepang, Anggito menilai cukup tinggi. Menurut dia, untuk pinjaman lunak biasanya tingkat suku bunganya hanya 1 persen.

"Ya lebih tinggi aja, karena untuk pinjaman lunak biasanya cuma satu persen," tandas Anggito. (dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA