| Sabtu, 14 Januari 2006 | EKONOMI |
Jateng Siap Jadi Penyangga Pangan NasionalSEMARANG-Pemprov Jateng siap jadi penyangga pengadaan pangan nasional. Selama ini, provinsi ini selalu mencatat angka surplus beras mencapai 1,564 juta ton per tahun. Tahun ini, Lembaga Usaha Pedesaan (LUP) menyanggupi pengadaan beras sebesar 24.700 ton untuk menutup kebutuhan yang direncanakan dari impor. "Saya harap masuknya beras impor tidak terlalu mengurangi peluang pasar beras lokal dan tidak menyebabkan menurunnya gairah petani untuk menanam padi," kata Gubernur Jateng H Mardiyanto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Ali Mufiz saat menghadiri upacara serah terima Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tanaman Pangan Provinsi Jateng di Kantor Dispertan Jl Gatot Subroto Ungaran, Kamis (12/1). Dalam serah terima jabatan itu, Ir Bambang Supriyadi MM menjabat Kepala Dispertan Tanaman Pangan menggantikan pejabat lama Ir Sukarno. Acara dihadiri sejumlah pejabat eksekutif di lingkungan Pemprov. Lebih lanjut Mardiyanto menekankan perlunya revitalisasi di bidang pertanian. Pemerintah meyakini, adanya revitalisasi itu dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan, yakni turut meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Hal itu lantaran sebagian besar masyarakat Jateng masih menggantungkan mata pencahariannya dari sektor pertanian." Dispertan Tanaman Pangan sebagai salah satu pilar penyedia pangan, diharapkan bisa bekerja sama dengan lembaga penelitian dan pengembangan yang bergerak di bidang pertanian. Selain itu, pemerintah menekankan perlunya perhatian mengenai masalah Peningkatan Mutu Intensifikasi (PMI) dan Perluasan Areal Tanaman (PAT) pada tanaman padi, palawija, sayuran dan buah-buahan. Dikatakan, Dispertan Tanaman Pangan diharapkan menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah yang harus berupaya semaksimal mungkin. Hal itu bertujuan agar percepatan pembangunan bidang ekonomi, khususnya sektor pertanian makin dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Bambang Supriyadi mengatakan, Dispertan Tanaman Pangan dalam kinerjanya akan menekankan penguatan revitalisasi pertanian, pengembangan teknologi sonic bloom, pengembangan padi hibrida dan hortikultura. (fzm-33) |