| Sabtu, 14 Januari 2006 | EKONOMI |
Keamanan Bertransaksi Melalui Media ElektronikPESATNYA kemajuan teknologi saat ini memungkinkan kita melakukan transaksi perbankan maupun kartu kredit melalui berbagai media elektronik, seperti handphone, email maupun internet. Namun tidak bisa dipungkiri kalau saat ini semakin marak terjadi penyalahgunaan transaksi melalui berbagai media elektronik tersebut. Di bawah ini beberapa contoh bentuk penyalahgunaan yang sedang marak terjadi dan bagaimana kita menanggulanginya. Bentuk penyalahgunaan yang saat ini sering terjadi melalui media handphone, yakni penyalahgunaan melalui SMS. Umumnya penyalahgunaan SMS ini memberikan iming-iming berupa hadiah menarik yang seolah-olah telah dimenangkan si pemilik handphone tersebut. Kemudian biasanya mereka akan meminta korban mentransfer sejumlah uang, meminta informasi mengenai PIN ATM atau bahkan meminta korban langsung pergi ke ATM terdekat untuk kemudian memberikan informasi mengenai rekening yang dimilikinya melalui handphone. Hal yang perlu diperhatikan: Jangan mudah tergiur dengan iming-iming hadiah yang diberikan. Selidiki kebenaran berita itu dengan menghubungi customer service bank atau perusahaan yang bersangkutan di jalur resminya. Jangan sekali-kali menghubungi nomor telepon yang biasanya tercantum dalam SMS tersebut. Sedangkan penyalahgunaan yang dilakukan melalui email atau internet lebih bersifat meminta customer untuk mengupdate informasi sehubungan dengan rekening Anda, baik rekening perbankan maupun kartu kredit. Contohnya, mereka mengaku sebagai pihak bank, tempat kita menabung atau bank penerbit kartu kredit yang kita miliki. Mereka meminta untuk mengakses situs palsu dan meng-update nomor PIN ataupun expire date kartu kredit kita di situs tersebut. Informasi Rahasia Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar data dan informasi kita aman dari usaha pencurian data tersebut. Bank tidak pernah meminta informasi rahasia Anda melalui sarana yang tidak aman, seperti melalui email atau SMS. Informasi rahasia di sini, seperti nomor rekening atau nomor kartu atau PIN. Jika menerima email yang meminta Anda untuk mengunjungi situs bank tertentu, pastikan Anda memasuki situs tersebut melalui jalur resminya. Jangan sekali-kali masuk dengan cara mengklik alamat URL yang biasanya tercantum dalam pesan tersebut. Atau pada saat Anda akan login ke suatu situs, perhatikan ada atau tidaknya secure page yang dijamin pihak bank yang bersangkutan. Secure page ini biasanya ditandai dengan simbol ''gembok terkunci'' pada bagian bawah browser Anda. Double klik symbol tersebut, untuk memastikan muncunyal certificate yang menjamin page tersebut resmi miliki bank bersangkutan. Agar lebih memastikan kebenaran pesan tersebut, Anda juga bisa menghubungi customer service bank bersangkutan melalui jalur resmi. (33) |