| Sabtu, 14 Januari 2006 | EKONOMI |
Rational Market Bank Syariah Terus BertambahSEMARANG- Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI) akan lebih memfokuskan pada produk pembiayaan untuk menggaet nasabah lebih banyak lagi. Meski baru 2 bulan beroperasi, BSMI mampu menarik nasabah hingga 1.100 orang. Tahun ini BSMI menargetkan pengucuran dana hingga Rp 100 miliar. Manager Cabang BSMI Semarang, Tri Nugroho Mahargono optimistis target itu dapat tercapai, karena produk keuangan syariah kini mulai banyak dilirik nasabah. Tak hanya spiritual market, namun juga rational market yang jumlah persentasenya kian bertambah. ''Saat ini kami memang masih membatasi pinjaman di bawah Rp 10 miliar per nasabah,'' katanya saat ditemui di kantornya kemarin. Karenanya segmen nasabah yang dibidik lebih ke arah menengah ke bawah. Hal ini tak lepas dari nilai aset yang saat ini masih di bawah Rp 1 triliun. Dari keseluruhan dana yang dikucurkan itu, sebagian besar untuk pembiayaan konsumer, berkisar 70%. Sedangkan sisanya, pembiayaan komersial. Ia menyebutkan produk pembiayaan perumahan dan kendaraan bermotor lebih banyak diminati. ' 'Kami juga berupaya bekerja sama dengan beberapa koperasi untuk menjaring nasabah. Kami memandang sektor pembiayaan ritel masih bagus,'' katanya. Selain itu, kata dia, sekarang pihaknya juga sudah menjalin komitmen dengan beberapa perusahaan, seperti kontraktor, manufacturing, atau trading. Namun kerja sama itu masih dalam skala kecil. Meski lebih memfokuskan produk pembiayaan, BSMI tetap akan berlaku selektif dan tidak terlalu ekspansif menggelontorkan dana. Ini untuk melindungi kinerja bank yang masih tergolong baru. Dana Simpanan Sementara itu, produk pendanaan atau dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 6 miliar. Umumnya nasabah pendanaan juga ritel. Kecilnya pangsa pasar perbankan syariah yang masih kecil inilah yang menjadi motivasi untuk mengambil porsi dari perolehan DPK bank konvensional. Berkaitan dengan terus bertambahnya bank syariah yang tumbuh di Jateng, dia mengatakan akan menjadi mitra dalam mempromosikan sistem syariah. ''Tahun ini direncanakan akan berdiri beberapa bank syariah di Jateng. Kondisi ini tak masalah, karena akan menjadikan sistem bank syariah semakin dikenal masyarakat. Pasar yang coba kami ambil, yakni pasar bank konvensional yang masih besar,'' katanya. (mhr-33) |