logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 EKONOMI
Line

PPA Diprediksi Untung Rp 368 M

JAKARTA-PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) memperkirakan laba bersih tahun 2005 mencapai Rp 368 miliar. Sementara setoran ke APBN pada tahun 2005 mencapai Rp 6,01 triliun.

Dirut PPA Muhammad Syahrial mengatakan, total hasil pengelolaan aset PPA mencapai Rp 6,6 triliun. Namun setoran langsung ke APBN Rp 6,01 triliun. Setoran tidak langsung lainnya dari pajak Rp 190 miliar, yang termasuk PPN dan pajak badan.

"Sementara sisa pengelolaan aset untuk deviden. Biasanya deviden pay out ratio-nya 50 persen dari net profit. Kami perkirakan laba bersih 2005 sebesar 368 miliar. Itu nanti Mei atau Juni," ujar Syahrial di kantornya, Jakarta, Jumat (13/1).

Menurut Syahrial, angka perolehan itu melebihi target yang dipatok semula. Selain itu, angka itu sudah termasuk dari insentif kinerja perusahaan yang diturunkan dari 30 persen menjadi 10 persen.

Syahrial mengungkapkan, dalam RUPS yang baru saja digelar PPA, disepakati untuk peraturan yang mendukung penjualan aset properti dan pelepasan saham Bank Permata, Lippo, Panin, Maybank, BTPN.

Sejauh ini, lanjutnya, ada faktor eksternal yang harus segera dituntaskan, seperti surat edaran Badan Pertanahan Nasional dan Peraturan Menteri Keuangan untuk transaksi divestasi aset yang saham bank yang non-listed. "Kalau yang listed kan gampang," imbuhnya.

Khusus untuk penjualan Bank Permata dan Lippo, menurut Syahrial tetap memerlukan persetujuan DPR di samping peraturan pemerintah tentang divestasi. "Harusnya semuanya sudah dalam tahap final. PMK final, PP final, tim teknis semuanya sudah selesai," ujarnya.

Dia juga membantah PPA minta pengecualian hukum untuk penjualan asetnya. "Tidak benar kalau PPA minta pengecualian hukum, karena ini negara hukum. Jadi rambu-rambunya, surat edaran BPN, PMK, PP divestasi untuk divestasi khususnya permata dan lippo itu didapatkan sebelum melakukan rancangan kerja anggaran tahun 2006," urainya. (dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA