| Sabtu, 14 Januari 2006 | EKONOMI |
Melemah, Tapi Rupiah Masih PerkasaJAKARTA -Penguatan rupiah yang mencapai puncaknya menjadi Rp 9.340 per dolar AS sejak 10 bulan terakhir tidak bisa bertahan. Jumat kemarin di pasar spot antarbank Jakarta rupiah ditutup melemah tipis 25 poin menjadi Rp 9.365 per dolar AS. Namun kurs itu masih bagus jika dibandingkan dengan kurs yang dipatok APBN 2005 sebesar Rp 9.800. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan sama sekali tidak khawatir dengan menurunnya kurs. Dia tetap optimistis kondisinya akan semakin baik. Secara konservatif kurs rupiah dianggapnya masih baik seandianya di kisaran Rp 9.500 - Rp 10.000 per dolar AS. ''Yang penting lagi, berapa pun kurs rupiah asal stabil,'' ujarnya di Jakarta, Jumat. Menguatnya rupiah dalam beberapa hari ini dinilai Kalla, karena adanya aliran dana asing yang masuk cukup signifikan. Dana itu merupakan sebagian dari direct investment. ''Dalam satu dua pekan mendatang akan semakin banyak lagi investasi langsung,'' ucapnya. Wapres bukan tidak bergembira atas menguatnya rupiah. Namun kalau terlalu kuat akan berdampak kepada ekspor produk dalam negeri. Terutama pada produk yang sebelumnya mengunakan bahan baku impor. Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka pada posisi Rp 9.415. Beberapa saat setelah dibuka terus melemah ke level Rp 9.388 per dolar AS, namun ditutup sedikit naik di level Rp 9.380. Sementara pada sesi kedua rupiah menguat lagi 15 poin ke level Rp 9.365, sehingga secara akumulatif hari ini rupiah melemah 25 poin. Ekspor AS Menurut satu dealer bank asing, kenaikan ekspor AS menyebabkan neraca perdagangan meningkat dan akhirnya mampu mengangkat neraca anggaran yang surplus di bulan Desember 2005. Perolehan surplus itu jelas lebih tinggi dibandingkan defisit 2,85 miliar dolar AS di bulan yang sama tahun 2004 atau defisit 83,06 miliar dlar AS bulan November. Perolehan surplus anggaran AS ini yang kali pertama sejak Desember 2002, seperti diumumkan pejabat Kementrian Keuangan AS. Situasi ini didukung pula harga minyak dunia yang sedikit menurun di akhir pekan ini. Sementara itu, perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) kondisinya mirip dengan pergerakan rupiah. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 5,825 poin (minus 0,46%) menjadi 1.250,428 tertekan melemahnya saham PT Telkom, PT Astra International dan PT Indosat. IHSG dibuka pada posisi 1.252,132, atau turun 0,33% dari penutupan sebelumnya. Harga saham PT Semen Cibinong naik Rp 50 jadi Rp 580 yang merupakan paling aktif diperdagangkan, yakni 122 juta lembar saham. Sementara itu, harga saham PT Kawasan Industri Jababeka tetap pada Rp 100, PT Kalbe Farma naik Rp 90 jadi Rp 1.160, PT Panin Life naik Rp 5 jadi Rp 160, Bank Internasional Indonesia tetap pada Rp 170. (wa-33) |