logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Tim Geologi Sarankan Relokasi Warga

  • Tanah Retak di Karangreja

PURBALINGGA- Tim ahli geologi dari Fakultas Teknik Unsoed menyarankan kepada Pemkab Purbalingga segera merelokasi warga Silenggak, Dusun Sawangan, Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja. Di wilayah itu kemungkinan besar akan terjadi retakan tanah lebih luas. Apalagi, saat ini hujan lebat masih sering turun.

Ketua tim Agus Marguwiyatno serta anggota Sumiyanto dan Arwan Apriono dan SAR mendatangi lokasi bencana, siang kemarin.

Di kampung tersebut tim menjumpai beberapa rumah warga yang lantainya mengalami retakan cukup parah.

"Setelah mengamati lokasi dan mewawancarai warga, kami menyimpulkan wilayah ini sangat rawan terjadi bencana tanah retak yang lebih besar. Warga sudah puluhan tahun tinggal di sini dan tidak terjadi apa-apa. Retak tanah baru terjadi beberapa waktu terakhir," papar Agus.

Namun hanya dalam lima hari, kata Dekan Fakultas Teknik itu, terjadi retakan tanah yang sangat dalam, lebar, dan cepat. Tanah bisa ambles hingga 40 cm.

Jika tidak segera direlokasi, tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau hujan deras masih terus turun di daerah itu.

"Retakan tanah itu panjang dan menyambung dari satu rumah ke rumah lainnya. Kami perkirakan di bawah tanah ada sungai yang debitnya cukup besar. Sungai itu berada di atas lapisan batu padas. Jika hujan, lapisan tanah di atasnya sedikit demi sedikit bergerak ke bawah sejajar dengan pergerakan air," urai dia.

Dibahas

Kepala Bagian Bina Prasarana Wilayah Arif Hardoyo dan Kepala DPUK Susilo Utomo belum bisa memberi jawaban atas rekomendasi tim.

"Temuan itu akan kami bahas dengan Bupati. Jadi apakah warga akan direlokasi semua, sebagian, atau malah tidak perlu, baru diketahui setelah pertemuan dengan Bupati," tutur Arief.

Namun, warga ternyata menghendaki agar segera direlokasi ke tempat yang lebih aman. Mereka tidak mau menjadi korban seperti yang terjadi di Banjarnegara.

Hal tersebut dikemukakan oleh Tarsim, Sukardi, Salmiyah, dan Wartono, yang lantai rumahnya retak-retak dan bangunannya miring.

"Kami mau dipindah. Kalau memang keadaannya seperti ini mau apa lagi? Tetapi kami tidak mau dipindah ke lain desa. Kami hanya mau pindah ke wilayah lain yang masih di Desa Tlahab Kidul, karena saudara-saudara kami semua ada di desa ini," kata Tarsim.

Miardjo, Kepala Desa Tlahab Kidul menyatakan siap memindahkan warganya. Dia juga sudah menyiapkan lahan 7.000 m2 tidak jauh dari balai desa.

Sebagaimana diberitakan, 29 kepala keluarga yang terdiri atas 128 jiwa warga Dukuh Silenggak, Dusun Sawangan, Desa Tlahab Kidul, dievakuasi ke balai desa, Kamis lalu. (F10-27s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA