logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Pedagang Khawatirkan Stok

CILACAP- Para pedagang beras di Cilacap saat ini mengkhawatirkan stok beras mereka yang semakin menipis. Persedian beras tersebut sejak beberapa pekan terakhir terus berkurang, terkait semakin sedikitnya beras yang dikirimkan kepada mereka.

''Selain permasalahan naiknya harga beras setiap hari, saat ini kami juga mencemaskan stok beras yang ada,'' kata Yasmi, pedagang beras di Pasar Sakalputung, Cilacap.

Menurutnya, bila dibandingkan antara permasalahan naiknya harga dan berkurangnya persediaan beras, pedagang lebih mencemaskan masalah stok. Sebab, kata dia, meski harga terus merangkak naik, sampai sekarang pembeli tetap ada.

''Meski naik, tetap banyak yang membeli sambil mengeluh. Sementara bila stok benar-benar tidak ada, permasalahan menjadi lebih berat,'' ujar dia.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan, bila stok di pasaran semakin sedikit, harga beras akan terus melonjak. Bila ini terjadi, pembeli yang sebelumnya masih mampu akhirnya benar-benar tidak dapat lagi membeli beras.

Dari Yasmi juga diketahui, harga beras dalam sepekan terakhir terus merangkak naik, dengan rata-rata kenaikan Rp 100/hari. ''Misalnya, beras mentik wangi yang seminggu lalu harganya Rp 4.000/kg sekarang Rp 5.200/kg,'' urai dia.

Demikian juga untuk beras lain dalam pekan ini, harganya sudah bertambah dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Beras delanggu pekan ini Rp 5.000/kg, mentik biasa Rp 4.800/kg, dan C4 Rp 4.200/kg.

Dari pengamatan Suara Merdeka diketahui harga beras di pasar dengan di tingkat warung eceran/kelontong kadang tidak sama. Ada warung yang menjual beras C4 dengan harga Rp 4.500/kg atau terpaut Rp 300 dibandingkan dengan harga di pasar.

Pernyataan semakin menipisnya stok beras ternyata bukan cuma dikeluhkan oleh kalangan pedagang. Menurut anggota Fraksi Golongan Karya (FPG) DPRD Cilacap, Y Parsiyan, kalangan petani pun saat ini sudah mengeluhkan menipisnya stok beras pada mereka.

''Dalam setiap tatap muka, mereka selalu mengeluh saat ini persediaan beras semakin menipis,'' kata Parsiyan.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi petani diperkirakan semakin sulit, karena waktu panen baru akan tiba sekitar dua bulan lagi. Dengan begitu, bisa dipastikan selama menunggu panen dan beras persediaan sudah habis maka mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli beras. (G21-36s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA