| Sabtu, 14 Januari 2006 | BANYUMAS |
Pelepasan Beras Bulog Belum Pasti
PURWOKERTO - Rencana pelepasan beras komersial dari Bulog Sub Divre IV Banyumas ke masyarakat sebagai salah satu upaya meredam kemelonjakan harga beras di pasaran hingga kini belum bisa dipastikan. Padahal harga beras terus membubung. Kemarin beras kualitas medium, misalnya IR 64 dan cisadane sudah berkisar Rp 4.500-Rp 4.700/kg. Stok di pasaran dan pedagang beras juga menipis, bahkan sebagian kosong karena saat ini memasuki masa paceklik atau menunggu panen musim tanam Oktober-Maret. Pemkab Banyumas belum bisa memutuskan kapan beras komersial yang sudah ditawarkan oleh Bulog akan dilepas ke masyarakat. Pasalnya, masih menunggu data mengenai kebutuhan nyata dari masing-masing kecamatan. Data itu sangat diperlukan untuk mengetahui kebutuhan beras yang akan diajukan kepada Bulog. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Didi Rudwianto mengatakan pendataan di tiap-tiap kecamatan itu dilakukan agar beras yang akan dikirim oleh Bulog sesuai dengan yang dibutuhkan warga. "Kalau kita tidak punya pegangan data, maka nanti berasnya tidak tepat sasaran. Pembelinya bisa dari kalangan mampu atau melebihi kebutuhan di kecamatan," ujarnya, kemarin. Dia menjelaskan dalam pertemuan dengan Sub Divre IV Banyumas, Kamis lalu juga belum ada titik temu kapan pelepasan beras ke pasaran bisa dimulai. Kesepakatan baru terjadi pada masalah harga, yakni Rp 3.725/kg. Harga itu sudah termasuk ongkos transportasi yang ditanggung oleh Bulog. "Biaya pengepakan ke dalam kantong-kantong kecil, misalnya 2kg-4 kg, juga belum ada kejelasan. Apakah ditanggung Bulog atau dibebankan kepada pembelinya. Kita berharap harga itu sudah sampai ke warga," tegasnya. Paling Lambat Senin Data mengenai kebutuhan nyata dari masing-masing kecamatan, lanjut Didi, diupayakan sudah masuk paling lambat Senin pekan depan. Setelah itu langsung dikirim ke Bulog. "Bulog kemudian mengirim ke kecamatan atau desa yang membutuhkan. Pengiriman akan diawasi oleh Satgas Bulog dan camat," ujarnya. Dalam penjualan kepada warga nanti, kata dia, diutamakan bagi yang kurang mampu dulu. Tidak diperbolehkan ada yang memborong dalam jumlah banyak. Warga mampu diminta tidak ikut membeli. Bulog Sub Divre IV berencana melepas beras komersial sekitar 3.000 ton ke empat kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara. Berapa jatah masing-masing kabupaten belum jelas. Beras yang akan dilempar ke pasaran juga belum ditentukan apakah hasil panen baru atau beras lama yang tersimpan sebagai stok di gudang. Didi mengatakan beras komersial yang akan dilepas Bulog itu tidak termasuk bagian dari kegiatan operasi pasar (OP) yang kini diajukan Pemkab. Dengan demikian harga yang dilepas di pasaran tidak harus sesuai dengan ketentuan dalam SK Presiden No 13/2005 tentang standar harga beras murni dalam OP antara Rp 3.500-Rp 3.600/kg. "OP yang kita ajukan sejauh ini belum disetujui Gubernur, karena di Jateng belum mendesak digelar OP," tandasnya. (G22-27) |