| Sabtu, 14 Januari 2006 | BANYUMAS |
Pengeboran Minyak di Cipari DiperdalamCILACAP- Belum menemukan sumber minyak yang dicari, pengeboran minyak di Desa Segaralangu, Kecamatan Cipari diperdalam. Langkah itu ditempuh, meski belum menemukan sumbernya, pihak pengebor berharap ada minyak di sana. ''Pengeboran direncanakan hanya sampai kedalaman 3.200 meter. Namun pengebor berniat memperdalam sampai 4.000 meter,'' kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Cilacap, Drs Kiswoyo MM. Pengeboran dalam upaya mencari sumber minyak bumi di daerah tersebut, urai dia, sudah dilakukan sejak September 2005. Menurut dia, pengeboran tersebut bukan yang pertama. Dari catatan diketahui pada 1938, Belanda sudah pernah melakukan tetapi kemudian berhenti. ''Upaya yang sama juga dilakukan oleh Pertamina sekitar tahun 1974, tetapi akhirnya juga berhenti,'' tutur dia. Peralatan Terbatas Alasan utama penghentian dua pengeboran tersebut adalah keterbatasan peralatan. Upaya dua pengeboran baru ada lagi tahun lalu. Pihak yang mendapat wewenang melakukan pengeboran di wilayah tersebut adalah Lundin Banyumas BP. Perusahaan itu kemudian menunjuk Century Dynamic Griling dari Filipina sebagai pelaksana pengeboran. Beberapa pihak yakin di Desa Segaralangu, Kecamatan Cipari, ada sumur minyak yang bisa dieksplorasi. Selain bisa dilihat pada peta geogologi, kemungkinan ada minyak di daerah tersebut didasarkan pada rembesan minyak bumi di beberapa sumur warga. ''Selama ini minyak rembesan itu digunakan oleh penduduk untuk merendam kayu gelondongan dan olahan milik mereka. Dengan direndam, kayu menjadi lebih kuat,'' kata seorang staf di Dinas Pertambangan dan Energi. Pemkab Cilacap berharap eksplorasi tersebut yang saat dinamai Sumur Taruhan Jati I bisa menemukan sumber minyak. Lewat penemuan itu diharapkan kelak ada minyak dalam jumlah besar yang bisa ditambang. (G21-27s) |