logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Januari 2006 SEMARANG
Line

Rel Keropos Bukan Tanggung Jawab PT KA

SEMARANG- Kondisi jalur kereta api (KA) yang rusak tidak semata menjadi tanggung jawab PT KA, melainkan juga pemerintah melalui Departemen Perhubungan. PT KA hanyalah operator yang menjalankan bisnis perkeretaapian di Indonesia. Demikian dikatakan anggota Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Oka Zakaria, Kamis (12/1), menanggapi temuan adanya rel keropos di sekitar lokasi anjloknya KA Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang di Stasiun Tawang, Senin (9/1) malam.

Secara umum, kebijakan pemerintah dalam soal transportasi darat lebih berpihak pada angkutan nonrail. Hal itu berakibat pada minimnya anggaran yang dikucurkan untuk perawatan jalur KA.

Dia mencontohkan keberpihakan itu dengan gagalnya rencana pembangunan jalur KA double trackJakarta-Bandung. Pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie, rencana itu digulirkan namun dalam perkembangannya dibatalkan. Sebagai gantinya, justru dibangun jalan tol.

Seharusnya, dengan kondisi Pulau Jawa yang berpenduduk padat, KA harus mendapat prioritas utama. Namun, kenyataannya KA justru ditempatkan pada posisi ketiga setelah mobil dan pesawat terbang.

Belum Standar

''Kita semestinya belajar dari Jepang dan negara-negara maju di Asia lainnya. Mereka lebih mengutamakan KA untuk angkutan massal,'' ujar Oka.

Lebih lanjut dia memaparkan fakta bahwa masih banyak jalur KA di Pulau Jawa yang ukuran relnya belum standar. Di wilayah kerja PT KA Daop IV misalnya, Oka menyebut jalur Brumbung-Gundih yang masih menggunakan rel ukuran R 33 dan R 42. Kondisi tersebut membuat kereta yang lewat hanya dengan kecepatan maksimal 40 km/jam.

Di tempat terpisah, Humas PT KA Daop IV Suprapto menegaskan, rel di wilayah kerja Daop IV masih dalam kondisi layak. Sebagian besar jaringan rel tersebut bahkan baru diganti sekitar empat tahun lalu, dari ukuran R 45 menjadi R 54. Jaringan rel yang masih menggunakan ukuran R 45 cuma sepanjang 22 km di jalur Brumbung-Kedungjati. Itu pun masih dalam kondisi bagus. ''Jadi, menurut hemat saya, secara umum kondisi rel di wilayah Daop IV masih layak pakai,'' tuturnya.

Soal rel keropos di lokasi kejadian anjloknya gerbong KA Senja Utama, Senin (9/1) malam, dia menyatakan akan mengecek. Namun, berdasarkan uji coba pascakejadian, kondisi rel di tempat itu tidak masalah. Rel sudah dapat dilalui KA secara normal.

''Setelah kejadian, kami melakukan uji coba dengan melajukan kereta di jalur itu. Mula-mula dengan kecepatan 5 km/jam, kemudian 20km/jam, 40km/jam, hingga di atas 50 km/jam. Hasilnya, normal-normal saja. Jarak antara dua besi rel juga telah dicek, yakni 1,067 meter.'' (H6-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA