logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 11 Januari 2006 NASIONAL
Line

Jamaah Lempar Jumroh

Jalan Sekitar Muzdalifah-Mina Macet


LEMPAR JUMRAH: Jamaah haji dari berbagai negara melakukan pelemparan jumrah aqabah di Jamarat, Mina, Arab Saudi, Selasa (10/1). Ibadah ini dilakukan dalam beberapa gelombang. (57v)

MINA - Jamaah haji dari berbagai negara, sejak Senin (9/1) usai shalat Maghrib, bergerak menuju Muzdalifah dan Mina untuk mabit (bermalam) serta melakukan lempar jumroh. Mereka mengendarai bus-bus yang telah disediakan oleh maktab masing-masing.

Akan tetapi, tidak sedikit yang berjalan kaki menempuh perjalanan sekitar 7-9 km. Jalan-jalan di sekitar Muzdalifah-Mina pun mendadak macet total, karena bus-bus harus antre menaikkan dan menurunkan penumpang.

Di Muzdalifah, jamaah hanya bermalam sebentar dan mengumpulkan kerikil sembari menunggu lewat tengah malam. Setelah itu, mereka langsung menuju Mina.

Selasa (10/1), sejak sekitar pukul 00.30 Waktu Arab Saudi (WAS) atau setelah melewati tengah malam, lokasi jamarat (tempat melempar jumroh) langsung dipadati jamaah haji yang secara bergantian melakukan lempar jumroh aqabah yang diikuti dengan tahalul.

Jamaah lainnya memilih melakukan thawaf Ifadah (diikuti dengan sa'i dan tahalul) terlebih dahulu di Masjidil Haram. Usai melakukan tawaf Ifadah, mereka diperkenankan menanggalkan pakaian ihram.

Kabag Humas Depag RI, Sofyanto, mengatakan, suhu udara di Mina saat ini tercatat 17-27 derajat celcius, demikian juga di Muzdalifah dan di Arafah.

Khotbah wukuf di perkemahan misi haji Indonesia, diawali dengan sambutan Duta Besar RI selaku koordinator panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi, Dr Salem Seggaf Al-Jufrie dan Amirul Haj Malik Fajar. Khotbah wukuf dilakukan oleh naib amirul haj, Prof Dr Nazaruddin Umar.

Jumlah jamaah haji yang sakit dan terpaksa disafariwukufkan 171 orang. Mereka diberangkatkan dari Makkah sejak Senin pukul 16.00 WAS, dan kembali ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah pukul 19:30 WAS.

Adapun pelaksanaan lontar jumroh bagi jamaah haji yang disafariwukufkan, diwakilkan para petugas Daker Makkah.

Jamaah haji yang dibadalhajikan (diwakilkan) karena sakit serius dan tak bisa lepas dari peralatan medis di rumah sakit, ada 57 orang, 53 orang di antaranya berada di ICU rumah sakit di Arab Saudi, di sekitar Makkah, dan empat lagi masih di rumah sakit di Madinah.

Posko pelayanan haji Indonesia di Mina, banyak menemukan jamaah haji yang mengalami kelelahan dan tersesat, tidak mengetahui jalan ke perkemahan Mabit di Mina. Di lokasi jamarat, meski jamaah membludak, prosesinya berjalan lancar karena tugu tempat jamarat telah diperluas.

Meninggal

Hingga Selasa (10/1) pukul 15.30 WAS atau pukul 19.30 WIB, tercatat empat orang haji asal Indonesia meninggal dunia di Mina, dan lima lainnya di Arafah pada Senin (9/1).

Data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) serta Tim Sanitasi dan Surveilans (Sansur) Daerah Kerja Madinah yang saat ini bertugas di Mina menyebutkan, empat orang jamaah haji Indonesia yang wafat di Mina sebagian meninggal dunia sebelum melempar jumrah.

Mereka adalah Sonijah binti Amat Tahyat (69) asal Kecamatan Gombong, Kebumen, kloter 16 SOC dengan nomor paspor 11097772. Sonijah meninggal dunia di Balai Pengobatan Haji Indonesia Mina pukul 03.45 WAS karena terserang cardiac (jantung) aritmia. Unu Gulo bin Labuo (67) asal Kuala, Kecamatan Tambang, Kampar, kloter 02 BTH dengan nomor paspor 04017492. Dia meninggal dunia di RIS Mina Alwadee pukul 03.45 WAS karena serangan cardio pulmonary arrest.

Sukarman bin Arsaredja (74) asal Purbalingga, kloter 49 SOC dengan nomor paspor 11094248, meninggal dunia di pemondokan pada pukul 06.00 WAS karena serangan cardiac arrest.

Selanjutnya Ahmad Luthfi bin Abdul Rahman (52) asal Jl Pattimura, Lampung, kloter 37 JKS dengan nomor paspor 08034969, meninggal dunia di perkemahan Mina pada pukul 07.05 WAS karena serangan cardiact arrest.

Keempat jenazah telah dimakamkan di pemakaman setempat, sedangkan lima orang anggota jamaah haji Indonesia yang wafat di Arafah adalah Zubirman bin Murad (53) asal Lampung, kloter 39 Jakarta-Bekasi. Muslichah bin Achmad (60) asal Pasuruan Jatim, kloter 79 Surabaya yang wafat pukul 04.00 WAS di Arafah karena stroke hemorhagic. Ainah binti H Hanafiah (51) asal Hulu Sungai Utara Kalsel, kloter 2 Banjarmasin, wafat di Arafah pukul 14.00 WAS karena sakit. Abdullah Zaini bin Nadlirun (59) asal Kudus Jateng, kloter 42 Solo, wafat dalam perjalanan di Arafah pukul 14.00 WAS karena penyakit hemorhagic stroke. Muhammadin bin A Mustarim (69) asal Ujungpandang, Sulsel, kloter 50 Ujungpandang, wafat di Arafah pukul 10.15 WAS karena penyakit hipertensi dan asma. (ant-46a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA