logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 08 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

Sutan Masih Bereksperimen

SEMARANG- Menjelang dimulainya kompetisi Liga Indonesia 2006, permainan PSIS semakin solid dan matang. Kondisi itu terlihat dalam pertandingan uji coba lawan SSS Semarang, sore kemarin di Stadion Jatidiri. Indriyanto Nugroho cs menang telak 13-0 (6-0).

Khusnul Yaqien menyumbang empat gol, diikuti Greg Nwokolo dengan tiga gol. Indriyanto Nugroho, Imral Usman, M Ridwan, Harri Salisburi dan Zoubairou masing-masing satu gol. Satu gol lagi merupakan hasil bunuh diri pemain SSS, Agus pada awal babak pertama.

"Kami tidak melihat jumlah gol. Yang penting, dari pertandingan tersebut kami bisa tahu para pemain sudah memahami dan mengerti cara main yang diinginkan pelatih," tutur asisten pelatih Bonggo Pribadi, seusai pertandingan.

Pelatih Sutan Harhara memang tidak memasang komposisi pemain terbaiknya. Bahkan, ada kesan mantan pelatih PSMS Medan itu terus bereksperimen dengan menurunkan beberapa pemain lini kedua yang diselipkan ke pemain inti.

Di posisi penjaga gawang, I Komang Putra tetap menjadi andalan. Lini belakang, Fofee Kamara dibantu oleh Idrus Gunawan dan Maman Abdurahman.

Harri Salisburi tetap menempati sayap kiri dan sayap kanan Yusuf Sutan Mudo. Gelandang bertahan ditempati Modestus Setiawan. Dia membantu Suwita Patha dan Indriyanto Nugroho yang berperan sebagai gelandang serang. Di lini depan, Greg Nwokolo dan Khusnul Yaqien diduetkan untuk merobek pertahanan lawan.

Emmanuel de Porras yang bergabung pada Jumat (6/1) lalu, ternyata tidak diturunkan. Padahal, sekitar delapan ribu penonton yang memadati tribune barat Stadion Jatidiri dan duduk di pinggir lapangan, ingin sekali melihat aksi-aksi pemain asal Argentina itu.

Beberapa kali para penonton secara serempak mengelu-elukan Porras. Tentu saja dengan maksud agar Sutan memainkannya barang sejenak. Namun, hingga pertandingan usai, pemain yang akrab disapa Cachi itu tidak juga merumput.

"Porras masih mengalami jet-lag dan kelelahan. Jika diturunkan, kami khawatir dia malah akan cedera. Itu akan merugikan karena kompetisi tinggal satu minggu," terang Manajer Tim, Yoyok Sukawi.

Untuk Mengelabuhi

Komposisi pemain yang diacak tersebut sepertinya untuk mengelabuhi "intel" dari tim lain peserta Liga Indonesia yang berniat mengintip kekuatan Mahesa Jenar. Pasalnya, beberapa waktu lalu Persib Bandung secara terang-terangan menyatakan ingin memantau kekuatan anak-anak asuhan Sutan Harhara saat uji coba. Persib akan menjadi lawan perdana PSIS dalam pertandingan liga 15 Januari di Stadion Siliwangi, Bandung.

"Pak Sutan (Harhara) hanya mencoba merotasi pemain. Itu untuk mengantisipasi beberapa pemain inti yang absen," kata Yoyok.

Meski komposisi pemain diacak, gabungan antara pemain inti dan lapis kedua, permainan tetap padu. Serangan-serangan mereka sangat bervariasi. Ini tidak lepas dari peran lini tengah yang kreatif dalam mengalirkan bola ke lini depan. Tak heran, momen-momen yang menggetarkan pun banyak tercipta di babak pertama.

Gol pembuka Mahesa Jenar diawali kesalahan pemain belakang SSS dalam mengantisipasi bola yang datang ke arah gawang. Agus melakukan gol bunuh diri. Setelah gol tersebut, lini belakang SSS sedikit sulit ditembus. Apalagi, kiper Junaidi tampil bagus. Namun, gawang SSS kembali kebobolan karena salah satu pemain belakang handsball Wasit menunjuk titik putih. Greg sukses mengeksekusinya.

Setelah gol kedua, anak-anak asuhan Sutan Harhara semakin mudah mendobrak pertahanan lawan. Gol demi gol pun tercipta hingga kedudukan 6-0 saat babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Sutan memasukkan Gustavo Hernan Ortiz, Adrian Mardiansyah, Zoubairou, M Ridwan, dan Imral Usman. Strategi itu untuk menjadikan permainan PSIS semakin solid. Buktinya, tujuh gol kembali disarangkan ke gawang SSS.

Indriyanto Nugroho cs masih akan melakukan sekali uji coba lagi pada 11 Januari melawan PS Garuda di Jatidiri. (H13-40)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA